Dana Tabot Dibagi Rata

BENGKULU, BE – Jatah anggaran pembuatan tabot tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.  Tahun ini, Plt Ketua Keluarga Kerukunan Tabot (KKT) akan memberlakukan pemberian dana pembuatan tabot  dilakukan secara adil sebesar Rp 10 juta/unit tabot.

Hal ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan anggaran seperti kasus yang menyeret mantan Ketua KKT, Syaiful Hidayat yang saat ini menjadi terdakwa penyalahgunaan dana tabot 2011 lalu.

“Tahun ini kami berikan dana untuk pembuatan 1 buah tabot sebesar  Rp 10  juta.  Kalau kurang, silakan tambahkan sendiri oleh pembuatnya,” kata Plt Ketua KKT, Ir Syiafril Syahbudin, kemarin.

Ia mengakui bahwa uang Rp 10 juta tersebut memang tidak mencukupi untuk pembuatan 1 buah tabot, apalagi saat ini harga kayu dan bahan pembuatan tabot telah melambung tinggi.  Namun apa boleh buat, hal tersebut harus disepakati, mengingat bantuan yang didapati dari pemerintah kota dan provinsi hanya Rp 700 juta.

  “Tabot yang akan dibuat berjumlah 33 buah yang terdiri dari tabot sakral 17 buah dan tabot pariwisata sebanyak 16 buah dengan total dana mencapai Rp 330 juta,” terangnya.

Sisa dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan lainnya, seperti penyelenggaraan acara festival, ritual, uang lelah panitia, dan berbagai peruntukan lainnya.  Kendati pihaknya telah merancang bahwa pembuatan tabot diberi bantuan Rp 10 juta/tabot, namun belum bisa dipastikan karena hingga saat ini dana yang dijanjikan Pemkot dan Pemprov tersebut tak juga kelihatan wujudnya.

“Perjanjiannya Pemkot memberikan bantuan Rp 300 juta dan Pemprov Rp 400 juta, dan kami telah menjatahi masing-masing pembuat tabot Rp 10 juta, namun itu belum pasti mengingat sampai sekarang dananya belum juga cair dari Pemkot maupun Pemprov,” bebernya.

Syiafril berharap dana tersebut telah bisa dicairkan dalam waktu dekat, karena pembuatan tabot Sakral mulai dikerjakan 3 hari setelah Hari Raya Idul Adha 26 Oktober mendatang.

“Kami mengharapkan dana itu segera dicairkan, karena proses pembuatan tabot khususnya tabot Sakral akan terganggu,” ujarnya.

Mengenai lokasi perayaan Tabot Tahun ini, Syiafril menjelaskan tetap di lapangan Merdeka Kampung Cina, hanya saja desain tempatnya berbeda dengan tahun lalu.  “Panggung Utama akan ditempatkan di belakang view tower menghadap kearah kantor PLN,” tukasnya.(400)