Dana Pemotongan BOS Madrasah dan Pondok Pesantren di Bengkulu Bakal Dikembalikan

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Drs H Bustasar MS MPd

BENGKULU, BE – Madrasah dan pondok pesantren bisa bernapas lega. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sebelumnya dipotong Rp 100 ribu/anak untuk penghematan anggaran penanganan covid-19 bakal dikembalikan.
Terkait relokasi anggaran BOS madarasah dan pondok pesantren tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Drs Bustasar MS MPd masih menunggu petunjuk dan perkembangan informasi dari Kemenag RI.

“Oh iya, terkait dana BOS yang dipotong dulu untuk covid-19, Kemenag melakukan relokasi ke madrasah, tetapi kita tunggu sajalah,” ujarnya.

Seperti diketahui pada 2020, Menteri Agama Fachrul Razi memastikan BOS untuk madrasah dan pesantren pada 2020 naik. Sekaligus memastikan batalnya rencana penundaan kenaikan BOS diwaktu lalu, karena dampak covid-19.

Besaran dana BOS yang diterima siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Rp 800 ribu pada 2019 naik menjadi Rp 900 ribu, Madrasah Tsanawiyah naik dari Rp 1 juta menjadi Rp 1,1 juta dan BOS Madrasah Aliyah dari Rp 1,4 Juta menjadi Rp 1,5 Juta.

Ditanya berapa kekurangan anggaran BOS yang telah dipotong tersebut, Bustasar mengaku belum meminta laporan dari bidang tehnis. Ia hanya menuturkan, kekurangan anggaran tersebut segera disampaikan ke Kemenag RI dan harapanya segera bisa dikucurkan ke daerah.

“Kita tunggu keputusan Kemenag pusat sehingga BOS tahap lanjutan segera disalurkan,” harapnya.  (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*