Dana Bencana Naik Rp 1 M

BENGKULU, BE-Pemerintah Kota Bengkulu menaikkan anggaran bencana dari Rp 2,3 Miliar ditahun 2015 menjadi 3,3 Miliar, atau naik Rp 1 miliar ditahun 2016 mendatang. Ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bengkulu, Ir Mulyani, baru-baru ini. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk proses pembangunan gedung pemantau pantai, sosialisasi bencana serta biaya operasional Satuan Perangkat Kerja Daerah.

“Peningkatan ini untuk kegiatan simulasi sosialisasi kemasyarakat yang pelaksananya hanya dilakukan satu kali/tahun. Simulasi ini penting dilakukan, pasalnya Kota bengkulu termasuk daerah rawan bencana,” terangnya.
Ditahun 2016 ini, BPBD berencana akan menambah pembangunan gedung pemantau pantai. Rencanya gedung pemantau pantai dibangun di tiga titik yakni Sport Center, Pantai jakat dan seputaran Berkas. Namun gedung pembangunan gedung baru terealisasi satu titik yakni di kawasan sport center yang dibangun pada tahun 2015 ini. Kedepan ditargetkan setiap tahun gedung pemantau bencana terealisasi.

Lalu Kapan Selter difungsikan, ? Ir Mulyani menegaskan bahwa selter yang berada di lokasi Kampung Bahari Kecamatan Kampung melayu, statusnya masih milik BPBD provinsi. Sehingga Kota Bengkulu sifatnya menunggu untuk pelimpahan aset tersebut. Pun begitu BPBD kota Bengkulu juga telah melaporkan ke Badan Bencana pusat, supaya segera melimpahkan aset tersebut ke kota, dengan begitu selter berfungsi sebagai penampungan warga saat bencana bisa digunakan. “Namun kita tidak berharap adanya bencana itu datang, setidaknya selter yang sudah tuntas dibangun dapat diserahkan dari pusat ke provinsi dan ke kota Bengkulu, ” tukasnya. (247)