Dana Bantuan PAUD Disunat?

KEPAHIANG, BE – Kabar miring kembali menerpa Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kepahiang. Ini setelah adanya kabar dana bantuan dari pusat bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) dalam Kabupaten Kepahiang diduga disunat oleh Disdikpora.
Tak tangung-tanggung pemotongan dana bantuan tersebut hingga 20 persen dari total bantuan, sehingga secara otomatis banyak lembaga PAUD yang keberatan dan mengeluhkan.
Kadis Dikpora Kepahiang Mansori SH MH melalui Kabid PLS Muktar Yatib SPd didampingi Kasi PAUD dan PNF Saparudin S.Pd dikonfirmasi membantah kabar miring itu.”Selama ini kita tidak pernah memotong bantuan tersebut, apalagi sampai mematok hingga 20 persen. Jadi kabar itu tidaklah benar. Kalaupun memang ada, seharusnya PAUD yang menyampaikan informasi itu harus bisa menunjukkan buktinya,” ungkap Saparudin, kemarin.
Dijelaskannya, sejauh ini untuk mendapatkan bantuan dari pusat, maka lembaga PAUD harus mengajukan proposal terlebih dahulu.Proposal itu disampaikan melalui pihaknya, lalu pihaknya meneruskan ke Dinas Diknas Provinsi. “Setelah itu Dinas Diknas Provinsi yang memverifikasi proposal tersebut sebelum disampaikan ke pusat. Jika bantuan itu direalisasikan, maka bantuan berupa dana dari pusat langsung ditransfer ke rekening masing-masing lembaga PAUD,” terang Saparudin.
Dengan begitu, lanjut Saparudin, dimana kesempatan pihaknya untuk melakukan pemotongan. Memang, bagi lembaga PAUD yang proposalnya direalisasikan oleh pusat, sebelum melakukan pencairan lembaga PAUD harus meminta rekomendasi pihaknya agar bisa dicairkan. “Meskipun demikian kita tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu. Lain halnya jika lembaga PAUD memberikan sesuatu sebagai ucapan terima kasih. Maka kita terima, toh tidak ada unsur paksaan dan mereka memang ikhlas,” kata Saparudin.
Lebih jauh dikatakannya, selain itu tidak mungkin juga bagi pihaknya melakukan pemotongan, karena PAUD itu bukan PNS jadi bagaimana mereka bisa membayar honor para tutornya. “Memang biasanya ada iuran dari wali murid PAUD, tapi itukan tidaklah seberapa. Sejauh ini kita terus memikirkan mereka itu, karena bagaimanapun mereka itu secara tidak langsung membantu dalam peningkatan mutu pendidikan. Sementara yang kita bisa bantu masih terbilang minim,” tandasnya. (505)