Dampak Positif Ekonomi Digital Terhadap Perekonomian Nasional 

telkomJakarta, Bengkulu Ekspress – Indonesia terus memperlihatkan peningkatan di bidang digital ekonomi yang dapat memberikan manfaay bagi bisnis dan pengguna akhir secara nasional. Dampak penuh pada sektor tersebut termasuk potensi tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana hal itu berdampak pada dinamika nasional akan di bahas pasa Digital Economy Summit yang merupakan bagian dari Communic Indonesia Broadcast Indonesia 2017.

Perhelatan konferinsi ini dilaksanakan pada waktu yant tepat bersamaan dengan semakin banyaknya inovasi digital di Indonesia, juga dengan lahirnya E-Commerce Roadmap yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia yang bertujuan untuk melahirkan 1.000 New Tech Start-Ups. Indonesia berkomitmen untuk menjadi negara terbesar di Asean dalam bidang ekonomi digital.

“Terkait ekosistem digital baru yang akan mendukung kedaulatan digital Indonesia dengan tema “Cyber Sovereigner : Should Countries Impose Localized Ciber Laws and Regulations,” ujar Hana Abriyansyah selaku Chief Information Security Officer, Rabu (18/10).

Abriyansah mengatakan, Indonesia sebagai negara yang muncul sebagai kekuatan baru dalam bidang teknologi, dimana perkembangan startup terlihat signifikan dan memberikan impact serta menciptakan potensi pasar yang besar.

Dalam hal ini, lanjut Abriyansyah, pemerintah Indonesia harus mendukung infrastruktur, regulasi dan pendidikan terkait ekonomo digital untuk memastikan bahwa kita sebaga bangsa telah siap untuk masuk ke dalam tren teknologi digital secara global. Kedaulatan siber, infrastruktur teknologi dan digital ekonomi.

Industri vertikal seperti layanan kesehatan akan mendapatkan manfaat dari ekonomi digital, hal tersebut seperti disampaikan Freidrik Nainggolan, Presiden Direktur PT Segen Medical Nasional. Menurut Freidrik, teknologi terkini dalam bidang digital akan membawa manfaat besar pada berbagai industri, menghemat waktu, uang dalam bidang layanan kesehatan profesional.

“Dengan jumlah medical specialist seperti radiologist dan cardiologist di Indonesia yang masih terbatas, tentu sulit untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas secara maksimal untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil. Telemedicine dapat meningkatkan layanan kesehatan secara signifikan, memberikan layanan berkualitas bagi pasien dan dapat menekan biaya penyedia layanan kesehatan karena beberapa tugas mereka dapat terautomatisasi,”katanya.

Sementara itu Desmon Poon, selaku CTO PT First Media/Link net mengatakan, bahwa perubahan dalam strategi dapat berdampak pada peningkatan Customet Experience.

“Dengan semakin banyaknya konten yang diminati dan semakin tingginya koneksi internet, data analytics yang ada saat ini dapat membantu penyedia jasa layanan dan broadcasters dengan insight baru untuk melihat tingkah laku pelanggan,”ujarnya.(edo)