Dampak Covid-19, Mahasiswa Unib Turun Aksi Minta Ringankan Uang Kuliah Tunggal

FOTO RIFKY/BE – Salah satu mahasiswa Unib saat aksi di depan pagar Kampus Unib Belakang.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Aliansi Mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) dan para mahasiswa turun aksi di depan halaman Kampus. Aksi kali ini untuk bertemu dengan pihak kampus untuk mendiskusikan beberapa hal dan salah satunya adalah soal uang kuliah tunggal (UKT).

M Fauzan Hanif selaku Korlap mengatakan, semua sektor sekarang ini terdampak dari Covid-19 termasuk mahasiswa. Mahasiswa meminta pihak birokrasi mengeluarkan kebijakan mengenai pemotongan UKT untuk seluruh mahasiswa pada semester ganjil 2020.

“Tadi dari pihak kemahasiswaan bersedia memfasilitasi untuk berdiskusi dengan birokrasi pada hari Jumat mendatang, salah satunya membahas masalah UKT terkait berapa besar persen penurunannya yang kita minta nanti disampaikan saat audiensi,” jelasnya, Rabu (17/6).

Aliansi mahasiswa beralasan penurunan uang kuliah genting diterapkan mengingat kondisi ekonomi sebagian besar orang tua mahasiswa terdampak pandemi Covid-19.

Sementara, kebutuhan kuliah jarak jauh meningkat kala pandemi. Misalnya untuk kebutuhan pulsa. Mahasiswa menggunakan kuota internet Rp 50 ribu – Rp 300 ribu per minggu. Selain itu, ada kebutuhan logistik bagi mahasiswa yang tak bisa pulang kampung yang mana harus menambah biaya untuk pembelian kuota internet.

“Pihak kampus memang memberikan kuota, aku dapat 3 GB untuk provider Tri. Itu pun cuman sekali diberikan sedangkan kuliah dalam jaringan (Daring) sudah berjalan sejak bulan Maret dan akan sampai bulan November. Sekali Daring bisa menghabiskan waktu 1 sampai 2 jam,” ujar Gita salah satu mahasiswi Unib. (CW1)