Dampak Corona, Harga Bawang Putih Naik

IST

ARGA MAKMUR, bengkuluekspress.com – Maraknya kasus virus korona yang saat ini melanda berdampak pada naiknya harga bawang putih. Saat ini rata-rata bawang putih yang dijual pedagang di di Pasar Purowodadi Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten BU sudag mencapai Rp 55 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang bawang Samsir (50) mengatakan, bawang putih di Pasar Purwodadi mayoritas berasal dari Cina. Pasokan bawang putih menurun pasca merebaknya kabar virus korona. Selain berkurangnya pasokan, kabar virus korona juga menyebabkan minat beli masyarakat menurun.

“Cuma bawang putih yang naik, inikan impor dari cina mas. Jadi selain kurang pasokan, tampaknya masyarakat khawatir virus korona juga mas,” kata Pedagang Bawang Putih di Pasar Purwodadi, Samsir, Rabu (5/2).

Dari hasil sidak yang dilakukan tim Dinas Perdagangan Kabupaten BU, setelah mendapatkann laporan dari masyarakat. Harga bawang putih ditingkat pengecer yang naik drastis dalam seminggu terakhir. Dari sebelumnya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogam, saat ini mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan BU Suharlan berharap, agar masyarakat tidak termakan dengan isu virus korona dan memastikan bawang putih yang berasal dari cina aman untuk dikonsumsi.

“Kita dengar sendiri dari sejumlah pedagang tadi. Saya harap masyarakat jangan termakan isu korona tersebut. Meski impor dari cina tapi kita pastikan aman untuk dikosumsi,” ungkapnya.

Namun Suharlan juga menyampaikan, terkait penyebab kenaikan harga bawang putih ini, Dinas Perdagangan menelusuri dulu apa penyebab terjadinya kenaikan harga ini, yang jelas kedepan kalau memang ini semakin melonjak tinggi pihaknya akan mencari solusinya dengan melakukan pasar murah bagi masyarakat.

“Kita akan telusuri dahulu penyebabnya, apabila memang ada kita akan melakukan pasar murah kedepannya,” tukasnya. (127)