Dalam Belajar Daring, Peran Guru dan Orang Tua Dibutuhkan Saat Pandemi

Rina/BE
Guru sedang memberikan materi pembelajaran kepada anak-anak di rumah melalui video call

BENGKULU, BE – Pendampingan guru dan orang tua sangat dibutuhkan saat mendampingi anak-anak belajar daring. Karena belum dianjurkan untuk melakukan sekolah tatap muka, maka sekolah TKIT dan TPQ terapkan belajar daring. Peran guru dan orang tua pun dilibatkan untuk mendampingi anak-anak belajar dari rumah.
Kepala sekolah Yayasan Deen Assalam TKIT dan TPQ Al-Jundi Sumini S.Pd mengatakan, ketidaksiapan semua unsur dalam pendidikan menjadi kendala yang besar. Mulai dari guru, siswa dan orang tua membutuhkan kesiapan dalam mendampingi anak saat belajar dari rumah. Saat belajar orang tua memberikan materi melalui media pembelajaran dan tetap dipantau oleh guru melalui video call.

“Karena penilaian anak-anak itu kan bukan hasilnya tapi proses pembelajarannya. Dan panduan orang tua itu dari sekolah,” terang Sumini kepada BE, Senin (8/2/2021).

Dari hari Senin sampai Kamis tugas diberikan secara online dan proses belajarnya tetap dipantau melalui video call dari sekolah. Jika tidak memungkinkan, orang tua membuat video saat anaknya sedang belajar dan dikirimkan melalui whatsapp kepada guru.
Tugas dari sekolah ada yang diberikan kepada wali murid dan dikumpulkan 2 hari sekali atau seminggu sekali. Tugas tersebut sesuai panduan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat.
Dengan mengikuti protokol kesehatan orang tua dan guru tetap bisa bertemu di sekolah, seperti mengambil tugas dan mengumpulkan tugas anak-anak.
Setiap kedatangan tamu, sekolah TK ini menyediakan catatan suhu tubuh, memakai masker atau tidak dan harus mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sebelum memasuki sekolah.
“Guru tetap membagikan video kepada orang tua. Anak-anak itu gak diperkenankan lewat youtobe,” ujarnya.
Jumlah anak-anak di TKIT dan TPQ ini ada 42 dan dibagi 4 kelas. Untuk membuat media belajar bagi anak-anak, guru membagikan video edukasi kepada orang tua. Pembelajaran melalui video ini tetap di pandu orang tua dan wali kelas masing-masing. Proses belajar murni dilakukan oleh wali kelas dan tidak ada pembelajaran yang digantikan oleh youtobe.
“Aduh, kalau ngeluh orang tua ngeluh semua. Itu ada wali murid yang bilang biarin lah buk bayar double yang penting anak-anak sekolah,” jelasnya.
Selama pandemi ini banyak sekali orang tua mengeluh saat mendampingi anaknya belajar dari rumah. Saat rapat bulanan wali murid, semua orang tua mengusulkan untuk membayar uang sekolah dua kali lipat asalkan bisa sekolah tatap muka.
Ada juga yang mengusulkan untuk menambah jam pelajaran seperti les karena semua orang tua banyak yang tidak sanggup.
“Kalau anak-anak seneng sekolah, gak mau belajar dirumah. Apalagi anak-anak TK dia lebih percaya sama gurunya ketimbang orang tua,” Tuturnya.
Saat belajar guru bertugas memberikan materi dan memantau proses belajar anak-anak. Setelah itu, peran orang tua untuk mendampingi anaknya saat penyampaian materi selesai. Namun, banyak anak-anak yang tidak percaya kepada orang tuanya karena cara belajarnya yang berbeda.
Ada juga orang tua yang melapor ke guru bahwa anaknya tidak mau belajar dengan orang tuanya. Orang tua berharap semoga pandemi ini cepat berakhir dan sekolah bisa normal kembali. (Mg.4)