Dahlan Iskan di Mata Para Direksi BUMN

Hadirkan Semangat Baru, Selalu Beri Kesempatan Anak Muda Memimpin
212632_148645_DIS_di_perpisahan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini resmi melepas jabatannya. Setelah Jumat (17/10) lalu menggelar perpisahan dengan karyawan BUMN, hari ini giliran Dahlan mengadakan acara serupa dengan dengan ratusan direksi BUMN.

Yessy Artada, Jakarta

JARUM jam baru menunjukkan pukul 06.50 WIB. Namun, ratusan direksi BUMN sudah mulai memadati parkiran masjid BUMN yang baru, tempat acara perpisahan dengan Dahlan digelar. Tepat pukul 07.00 WIB, Dahlan membuka acara perpisahan itu.

Namun, Dahlan tak banyak memberikan wejangan ataupun sambutan. Sesekali pria asal Magetan, Jawa Timur itu mengingatkan para direksi BUMN untuk tak segan-segan menyapanya bila bertemu meski sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri.

“Tidak ada yang lebih penting selain saya pamit. Saya akan lebih banyak di Surabaya, tetapi kalau ketemu saya ditegur yah,” pintanya.

Di mata para direksi BUMN, sosok Dahlan dinilai tidak hanya tampil bersahaja. Saat memimpin Kementerian BUMN, Dahlan juga dianggap telah menorehkan prestasi.

Adalah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim yang mencatat torehan positif Dahlan selama memimpin Kementerian BUMN. Menurut Hendrisman, saat perusahaan yang dipimpinnya dililit utang Rp 6,7 triliun, Dahlan selalu memantau kondisi perusahaan BUMN di bidang asuransi itu.

“Pak Dahlan terus mengarahkan kita, kalau ada permasalahan diselesaikan dengan cara sendiri. Artinya, beliau sudah coba cari cara lain yang dimulai dengan PMN (Penyertaan Modal Negara). Tapi karena mentok, Pak Dahlan minta pada kita untuk try yourself. Ini contoh kebebasan korporasi,” ungkap Hendri.

Dahlan juga dinilai sebagai sosok pemimpin yang patut diapresiasi kinerjanya. Seperti disampaikan Direktur Utama PT Semen Indonesia, Dwi Soetjipto,  kiprah Dahlan telah membawa banyak perubahan pada wajah perusahaan pelat merah. Dwi juga menilai Dahlan telah menghadirkan semangat para direksi BUMN untuk terus bekerja.

“Saya kira Pak Dahlan patut kita apresiasi, karena kepemimpinan beliau yang selalu mendorong masing-masing dirut untuk bertanggungjawab dan menginspirasi untuk maju. Kita lihat Pak Dahlan sukses membangun budaya korporasi, itu kesan saya. Untuk menyelesaikan masalah, beliau menghadapi supaya BUMN ini lebih mandiri. Saya kira saya terkesan gesitnya dan semangat kerja kerja kerja Pak Dahlan,” ulas Dwi.

Sementara, di mata Direktur PT Dahana, F Harry Sampurno, sosok Dahlan merupakan pemimpin yang tak segan-segan memberikan kepercayaan pada anak-anak muda untuk memimpin perusahaan BUMN. Salah satu kesan itu pula yang ditangkap Harry saat menghadiri rapat pimpinan (rapim) direksi BUMN di PT Industri Kapal Indonesia (IKI), yang keadaannya tengah sekarat.

Saat ritu, Harry diberi kesempatan memimpin rapat.  “Kita ingat beliau banyak lakukan terobosan. Artinya dia berpikir out of the box. Contohnya saat saya jadi dirut di IKI. Beliau (Dahlan, red) mengunjungi (IKI,red) hingga empat kali. Kunjungan malam hari, subuh dan sekarang perusahaan itu (IKI, red) sudah hidup. Padahal dulu IKI nggak bisa gajian, perusahaan setiap hari Jumat didemo karyawan, tapi sekarang menjadi perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia Timur,” kenangnya.

Selain itu, Dahlan juga dinilai sebagai sosok yang nyaman untuk diajak diskusi. Sedangkan untuk urusan laporan, Dahlan tak mau terbelit dengan formalitas.

“Pak Dahlan kalau punya keinginan diikuti sampai itu terwujud. Saat saya diperintahkan memimpin Dahana, kita dibebaskan, yang penting aturan diikuti. Untuk laporan saya cukup SMS, apa yang dibereskan tinggal go. Mudah, nggak meski rapat langsung, cukup telepon atau SMS. Saya pernah rapat dari perjalanan di Halim naik mobil sampai HI,” kisahnya. (chi/jpnn)