Daging Beku Diserbu Pembeli

REWA/Bengkulu Ekspress RAMAI: Rumah Pangan Kita di depan kantor Bulog Bengkulu diserbu pembeli, kemarin (5/6)
REWA/Bengkulu Ekspress RAMAI: Rumah Pangan Kita di depan kantor Bulog Bengkulu diserbu pembeli, kemarin (5/6)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Daging kerbau beku impor dariIndia yang dijual seharga Rp 80 ribu per kilogram (kg) ini diminati masyarakat. Daging yang dijual di pasaran melalui Bulog Divisi Regional (Divre) Bengkulu ini cukup laris dipasaran lantaran dijual dengan harga yang jauh lebih murah dari harga di pasaran.

Kepala Divre Bulog Bengkulu, Subali Agung Gunawan mengatakan, peminat daging kerbau beku asal India di Bengkulu cukup tinggi. Daging yang dijual di Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Bengkulu ini ramai diserbu pembeli.

“Harganya yang murah serta kualitasnya yang baik membuat daging ini menarik minat pembeli,” ungkap Agung, kemarin (5/6).

Agung menjelaskan harga daging sapi lokal di pasaran saat ini dijual dengan harga Rp 130 ribu per kg. Hal ini membuat banyak masyarakat beralih ke daging impor asal India ini, apalagi banyak masyarakat sudah mengetahui bahwa kualitas daging impor ini dijamin Bulog.

“Harga daging di pasaran cukup tinggi, jadi daging ini menjadi alternatif pilihan masyarakat karena kualitasnya sudah dijamin dan halal,” jelas Agung.

Pada tahap awal, Bulog Bengkulu sudah mendistribusikan sebanyak 2,5 ton, dengan jumlah total daging beku yang direncanakan Bulog sebanyak 10 ton.

“Jumlah tersebut akan terus ditambah sesuai dengan permintaan dan jumlah peminatnya di pasar. Tahap awal baru 2,5 ton tetapi sudah habis dan kami tambah lagi 2,5 ton,” ujar Agung.

Diungkapkan Agung, jumlah daging sapi impor ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan lebaran mendatang meskipun permintaan yang meningkat. Selain itu, pihaknya juga akan memperbanyak stok guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat tidak akan susah lagi mencari persediaan daging karena di RPK stok daging sapi impor ini selalu tersedia,” imbuh Agung.

Salah seorang pembeli daging di Rumah Pangan Kita (RPK), Santi (34) mengaku sudah merasakan manfaat dari daging beku ini, bahkan ia juga sudah dirasakan oleh kebanyakan masyarakat. Selain karena harga yang murah, masyarakat juga bisa terus mengkonsumsi daging dengan harga murah dan dapat mengurangi pengeluaran.

“Jadi kami bisa berhemat dan sisanya bisa kami belikan kebutuhan yang lain,” ujar Santi.

Diakui Santi, selain bisa berhemat, keluarganya juga tetap bisa mengkonsumsi daging dan memenuhi kebutuhan protein keluarganya hingga tetap sehat selama ramadhan dan menjelang lebaran.

“Kualitas daging bagus serta saat dimakan dagingnya lembut serta kami bisa memenuhi kebutuhan protein keluarga dengan tetap mengkonsumsi daging,” tutur Santi.

Santi berharap daging kerbau beku asal India itu tidak hanya masuk ke Bengkulu saat Ramadhan saja, tapi untuk selanjutnya juga terus ada sehingga kebutuhan daging bagi masyarakat dapat diatasi dengan baik.

“Kami berharap daging ini terus ada sampai Ramadhan usai agar kami tetap bisa mengkonsumsi daging dengan harga murah dan berkualitas,” pungkasnya.(999)