Daftar CPNS, NIK dan KK Wajib Valid

Foto : IST

Pelamar Diminta Cek ke Dukcapil

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dimulai pada tanggal 26 September besok. Pemerintah Provinsi (Pemprov) meminta bagi calon pelamar untuk memastikan nomor induk kependudukan (NIK) di kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) telah sinkron. Jika tidak sinkron maka dipastikan, calon pelamar CPNS tidak akan bisa mendaftarkan diri.

Sebab sampai saat ini masih banyak ditemukan NIK KTP dan KK eror atau tidak sama dan bahkan ada pula NIK KTP dan KK tidak ditemukan. “Pastikan betul sebelum mendaftar. Kalau tidak sinkron, maka tidak bisa mendaftar,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Ir Hj Diah Irianti MSi kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (24/9).

Dijelaskannya, NIK KTP dan KK itu menjadi syarat dasar pendaftaran CPNS. Sebab dari identitas kependudukan itulah bisa diketahui secara jelas informasi kependudukannya. “NIK dan KK itu syarat mutlak yang harus dipenuhi,” paparnya.

Menurut Diah, syarat lain diluar NIK di KK dan KTP, dokumen yang perlu disiapkan seperti ijazah terakhir, transkrip nilai, pas foto dan dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar. Para pelamar juga tidak diperbolehkan untuk melamar lebih dari satu jabatan atau daerah. Sebab jika tetap dilakukan, maka dipastikan pendaftaran tidak bisa dilakukan. “Pemahami secara betul mekanismen dan alurnya,” tambah Diah.

Setelah banyak pelamar yang mendaftar ke situs resmi di web SSCN, maka tim Badan Kepegawaian Nasional (BKN) akan memverifikasi syarat pelamar. Jika lolos atau dinyatakan lengkap, maka proses selanjutnya seleksi menggunakan sistem computer assisted test. Dalam CAT itu, semua peserta wajib menyelesaikan seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB).  “Untuk CAT ditargetkan minggu ketiga bulan Oktober sudah bisa dimulai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu, M Ikwan SH MH mengatakan, sering terjadinya eror antara NIK KTP dan KK itu biasanya petugas Dukcapil salah dalam entry data. “Ya biasanya ini salah dalam mengentry data,” terang Ikwan.

Meski demikian, jika terjadi NIK di KTP elektronik dan KK itu berbeda, maka yang akan tetap digunakan NIK di KTP. Secara otomatis, NIK di KK akan menyesuaikan NIK di KTP. Untuk memastikan NIK itu tidak salah, maka masyarakat yang ingin mendaftar CPNS untuk mendatangi Dukcapil di kabupaten/kota. “Silahkan datang ke Dukcapil untuk mengeceknya,” ujarnya.

Selain datang ke kantor Dukcapil, masyarakat juga bisa menghubungi hotline Dukcapil melalui nomor 1500537. Nantinya petugas Dukcapil pusat, akan langsung mengarahkan dan mengecek secara langsung untuk melakukan perubahaan. Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa masuk ke situs resmi Dukcapil di http://dukcapil.kemendagri.go.id, kemudian masukkan nomor yang diminta.

Jika muncul identitas anda dengan benar, maka NIK atau KK anda sudah sesuai dan dapat digunakan untuk mendaftar CPNS. Selain itu juga calon pelamar dapat mengecek NIK dan KK dengan mempertanyakan melalui email. Cukup kirimkan pesan dengan informasi lengkap ke email callcenter.dukcapil@gmail.com. “Nanti disitu semua akan terjawab. Karena untuk mengatasi masalah ini, Dukcapil pusat langsung turun tangan,” pungkas Ikwan.

Disdukcapil Tambah jam Kerja

Sementara itu, jelang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu mulai kewalahan menerima kunjungan masyarakat. Pasalnya, banyak para calon peserta CPNS ini melakukan pengurusan administrasi seperti melakukan perubahan nama, alamat, akte, Kartu Keluarga yang dibutuhkan secara cepat sebelum pendaftaran CPNS dimulai.

“Kalau dari hari Kamis kemarin sampai sekarang jumlah pelayanan Dukcapil semakin meningkat. Rata-rata mereka merubah identitas diri untuk dokumen masuk CPNS,” ujar Kepala Dukcapil kota, Drs. H. Sudarto Widyo Seputro, M.Si, kemarin (24/9).

Untuk mengatasi membludaknya permintaan pelayanan tersebut, Sudarto sendiri sudah mengatur penambahan waktu pelayanan, yakni dengan cara menghilangkan jam istrirahat bagi pegawai Dukcapil kota. “Untuk istirahat siang kita tiadakan dulu, tapi kalau ada yang mau makan siang ataupun menunaikan salat dzuhur bisa bergantian, jadi pelayanan jangan sampai putus, kasihan masyarakat nanti lama menunggu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga memperpanjang jam kerja hingga sore pukul 17.00WIB, namun pada hari itu masih banyak yang belum selesai, maka pihaknya akan memprioritaskan waktu tambahan lagi sampai masyarakat yang sudah mengantri bisa selesai dihari itu juga.

“Strategi ini untuk mengimbangi pelayanan ke Dukcapil yang meningkat 30 persen dari hari biasanya. Yang paling banyak merubah nama untuk disesuaikan dengan dokumen yang lain,” jelas Sudarto.

Menurutnya, pendaftaran CPNS secara online ini rentan terjadi error apalagi jika identitas tidak sama persis antara KTP atau KK maupun Akte, oleh sebab itu pelayanan ini hanya bisa dituntaskan oleh Dinas Dukcapil. “Walaupun sifatnya sepele, tapi bisa fatal. Kemudian, legalisir juga paling banyak baik KK, KTP, Akte, makanya siang jangan saya suruh istirahat tapi bergantian agar proses bisa tetap berlanjut,” pungkasnya.

CPNS Kota Tanpa Uang

Walikota H Helmi Hasan SE memastikan bahwa selama proses pelaksanaan CPNS di Kota Bengkulu bersih dari uang sogokan apapun. Ia berharap agar seluruh masyarakat untuk bisa menjadi seorang Aparatur Sipil Negara yang benar-benar hasil tes murni bukan karena uang.”Kita sepakat dan tegas antara Pemkot dan Pemprov bahwa tidak boleh ada rekruitmen CPNS yang menggunakan uang atau kedekatan. Itu betul-betul harus fair (adil),” kata Helmi.

Menurutnya, CPNS ini sebagai wadah menguji kompetensi yang dimiliki oleh seseorang yang nantinya akan bekerja di Organisasi Perangkat Daerah untuk membantu menjalankan roda pemerintahan. Jika dari awal sudah menggunakan uang, maka hasil pekerjaan ASN tersebut bisa membawa dampak negatif.

Namun, berbeda dengan lulusan CPNS murni, maka akan betul-betul bekerja sesuai keahlian dan mengabdikan dirinya untuk pembangunan daerah. “Maka kita minta semua pihaknya untuk mengawal dan mengkontrolnya, dimana peluang terjadinya penyimpangan itu sama-sama kita jaga,” tegas Helmi. (805/151)