CV LGS Segel Aset di RSMY

GADING CEMPAKA, BE – Perseteruan antara CV Laboratorium Graha Spesialis (LGS) terhadap RSUD M Yunus Bengkulu terus berlanjut. Kemarin, CV LGS  menyegel seluruh aset yang dimilikinya yang berada di laboratorium RSMY. Peralatan yang disegel mulai dari kursi, komputer dan  peralatan medis lainnya. Perusahaan supplier alat dan bahan medis ini juga menarik 9 karyawannya yang biasa bertugas di laboratorium.

“Sebelum ada kejelasan terkait persoalan utang Rp 876 juta tersebut, segelnya tidak akan kita buka. Setelah ada kepastian pemutusan kerjasama maka kita akan mengangkut seluruh aset kita ada di rumah sakit,” cetus Direktur LGS, Charyadi Wijaya.
Sementara itu untuk tetap melakukan pelayanan terhadap pasien, pihak RSMY telah mengoperasikan peralatan seadanya secara manual. Pelayanan yang diberikan kepada seluruh pasien menjadi terbatas  dan kurang maksimal. Karena mengunakan peralatan yang tidak standar. “Pelayanan labortarium sudah dapat berjalan. Karena sudah kita atasi dengan membeli peralatan dan segala suatu yang dibutuhkan kita beli di luar,” ucap Wadir Umum dan Keuangan RSMY Bengkulu, Edy Arsyah, kemarin saat langsung meninjau ruangan laboratorium.

Untuk persoalan utang itu, Edy membeberkan jika RSMY ini bukan hanya punya utang dengan pihak LGS saja. Namun, hampir kepada seluruh rekanannya RSMY memiliki utang. Untuk tahun 2012 ini saja, utang rumah sakit mencapai  sekitar Rp 15 miliar. Belum lagi ditambah dengan utang pada tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, pembayaran utang itu baru dapat dilakukan pada tahun depan. “Utang 2012 ini, akankita bayarkan pada tahun anggaran 2013 nanti.  Itupun, dikarenakan utang kita memang sudah terlalu banyak, sehingga pembayaran harus dibagi – bagi,” pungkasnya. (111)