Curnak Mengganas di Kaur, 2 Kerbau Dibantai

BANTAI: Kondisi dua ekor kerbau milik warga Desa Tanjung Bulan yang dibantai pelaku Curnak dan hanya menyisakan perut, badan dan kepala, Selasa (5/1).

TANJUNG KEMUNING, bengkuluekspress.com – Untuk masyarakat yang memiliki ternak sapi dan kerbau, sebaiknya mulai waspada. Sebab saat ini kawanan pencuri hewan ternak (Curnak) mulai mengganas. Seperti terjadi di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Selasa (5/1) kemarin, dua ekor kerbau betina milik Erman (50) dibantai pelaku Curnak di sekitar lokasi penambangan.

“Kejadian Curnak ini sekitar pukul 03.00 WIB saat warga sedang tidur, pelaku hanya mengambil 8 kaki kerbau, 1 kepala, dua buah hati. Sedangkan untuk badan, perut dan satu kepala tidak diambil,” kata Kapolres Kaur Polda Bengkulu, AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH melalui Kapolsek Tanjung Kemuning IPTU Rabnus Supandri SSos, Selasa (5/1).

Data terhimpun BE, modus yang dilakukan pelaku Curnak kali ini sama dengan modus yang dilakukan para pelaku curnak sebelumnya, yaitu membantai ternak hasil curian dan meninggalkan isi perut dilokasi tempat kerbau diikat sekitar 500 meter. Curnak itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB Desa Tanjung Bulan, bermula dari kerbau tersebut oleh pemiliknya diikat di lapangan bola kaki Desa Tanjung Bulan, nah pada saat akan melepaskan ikatan kerbau miliknya, korban tiba-tiba terkejut ketika melihat bahwa dua ekor kerbau miliknya sudah tidak ada lagi kemudian korban melakukan pencarian terhadap kerbaunya dengan mengikuti jejak kaki kerbau miliknya tersebut dan menemukan bahwa dua ekor kerbau miliknya sudah disembelih oleh pencuri di kebun sawit milik warga yang berada di pinggir jalan di dekat jembatan perbatasan antara Desa Tanjung Bulan dengan Desa Padang Tinggi.

“Jarak antara tempat kerbau diikat dengan tempat kerbau dipotong sekitar 500 meter, di TKP kita menemukan tali dan 1 buah lori yang digunakan oleh pelaku untuk membawa daging kerbau. Pelaku Curnak ini menggunakan kendaraan roda 4 dan pelakunya lebih dari dua orang. Untuk pelaku masih dalam penyelidikan kita,” terang Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, pihaknya mengimbau agar peternak sapi lebih mewaspadai aksi curnak yang sering melanda para peternak. Salah satunya dengan mengaktifkan Siskamling di lingkungan tempat tinggal dan selalu mengontrol ternak setiap 1 jam sekali.

“Kita minta kepada warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing. Khususnya untuk ternaknya ada di dekat rumah sebaiknya dikontrol secara rutin,” imbau Kapolsek. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*