Curi Ayam untuk Beli Rokok

MANNA, BE – Tiga orang remaja putus sekolah yang tertangkap pada Sabtu pagi lalu oleh jajaran Polsek Manna lantaran mencuri ayam mengaku kalau mereka melakukannya untuk kemudian dijual lalu untuk membeli rokok.

Adapun ke-3 remaja tanggung tersebut yakni Ig (17)  dan Se (17) warga Desa Jeranglah Tinggi, serta Me (17), warga Desa Lubuk Sirih, Manna. Ketiganya ditangkap karena mencuri ayam jago milik Angga Pristo (24), warga Desa Melao, Manna.
Dalam pengakuannya, kalau aksi itu mereka lakukan lantaran tidak punya uang untuk membeli rokok. “Ayam yang kami curi itu rencananya akan kami jual untuk membeli rokok,” ujar Se.

Dia menambahkan, mereka hanyalah pemuda pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan. Ketika mereka sedang jalan-jalan di Desa Melao, timbulah niat ketiganya untuk mencuri ayam jago korban. Apalagi rokok ketiganya sudah habis. Hanya saja, belum sempat mereka menjual ayam jago itu,  ketiganya sudah ditangkap oleh anggota Polsek Manna yang dibantu oleh warga setempat. “Saat itu timbul pemikiran kami untuk mencuri ayam itu, karena kami tidak punya uang lagi untuk membeli rokok,” ucapnya.
Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo SIK MH melalui Kapolsek Manna, Ipda M Indra Parameswara didampingi Kanit Reskrim Bripka Suizman membenarkan kalau ke-3 pemuda itu tidak sekolah lagi dan tidak memiliki pekerjaan.

Hanya saja, kata dia, salah satu dari ke-3 pemuda itu yakni Se sudah pernah ditangkap dan diamankan di Mapolsek Manna lantaran mencuri bebek warga beberapa bulan lalu. Namun saat itu dimaafkan oleh pemilik bebek tersebut sehingga pelaku dilepas. “Kalau Se sebelumnya sudah pernah kami tangkap karena mencuri bebek warga, sedangkan 2 pelaku yang lain baru kali inilah kami tangkap,” terang Kapolsek.

Sehingga dengan tertangkapnya ke-3 pelaku pencurian kambuhan ini, maka pihaknya akan melakukan pengembangan penyelidikan. Pasalnya akhir-akhir ini aksi pencurian semakin marak.
Dengan tertangkapnya ke-3 remaja ini, diharapkan dapat mengetahui pelaku lainnya. Sehingga dapat juga dibekuk dan aksi pencurian di BS dapat berhenti. “Kami masih melakukan pengembangan, untuk mengetahui apakah mereka terlibat dalam kasus pencurian lainnya atau tidak,” terangnya. (***)