Cuma 1 Kapal Beroperasi, Hasil Bumi dan Laut di Enggano Menumpuk

FOTO IST/BE – Antrian menumpuk di pelabuhan Malakoni Kecamatan Enggano akibat akses tranportasi menuju dan dari Enggano yang terhambat.

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Akses transportasi bagi masyarakat di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara kembali terhambat. Hal itu lantaran Kapal Fery Pulo Tello (PT) tengah naik docking atau perawatan. Sementara pesawat Aviastar yang melayani penerbangan perintis rute Mukomuko-Bengkulu-Enggano pulang pergi (PP) tidak beroperasi.

Ketua FKKD Kecamatan Enggano, Redy Heloman Kaitora, S.Sos mengatakan, salah satu alat transportasi pengangkut hasil bumi yakni Kapal Ferry PT tengah naik docking. Kondisi ini menyebabkan hasil laut dan bumi Enggano menumpuk dan terancam membusuk.

“Saat ini transportasi menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 52. Hanya saja Kapal Perintis muatannya terbatas. Kita berharap Pemerintah ada solusi,” harapnya.

Selain itu, pesawat Aviastar yang biasa mengangkut penumpang sudah tidak beroperasi sejak Agustus lalu. “Padahal bagi masyarakat Enggano, jalur penerbangan udara saat ini menjadi salah satu andalan untuk memperlancar akses transportasi, baik pergi ataupun kembali pulang ke Pulau Enggano,” ungkap Redy kepada Bengkuluekspress.com, Selasa (5/11).

Menanggapi hal ini, Kadis Perhubungan Provinsi, Drs. Darpinuddin melalui Sekretaris, Syafril dikonfirmasi tak menampikkan jika beberapa bulan terakhir pesawat Aviastar tak lagi beroperasi, lantaran pesawat yang dimaksud sudah habis masa berlaku struktur limitnya. Struktur limit yang dimaksud berkenaan dengan kekuatan struktur pesawat, dan tentu saja harus diperbaiki guna menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.

“Kondisi ini menyebabkan izin struktur limit yang dimaksud, harus diperpanjang lagi. Dari konfirmasi dengan pihak maskapai, izin sedang dalam kepengurusan. Maskapai berusaha mencari pesawat pengganti jenis Caravan. Jika bulan ini proses perpanjangan izin selesai, maka pihak maskapai kembali beroperasi dengan pesawat DHC 6 yang selama ini digunakan,” terang Syafril.

Dilanjutkannya,terkait penerbangan perintis ini juga, pihaknya melalui Gubernur Bengkulu sudah bersurat ke Direktur Jendral Perhubungan Udara Kemenhub RI.

“Meminta pesawat Aviastar kembali melayani penerbangan perintis rute Mukomuko-Bengkulu-Enggano. Surat ini kita layangkan karena pihak maskapai kontraknya memang dengan Kemenhub, yang berakhir Desember tahun ini,” tutup Syafril. (HBN)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*