Cuaca Ekstrem Picu Harga Ikan Melonjak

 

CUACA BURUK: Nelayan kawasan Pantai Tapak Paderi berupaya mendaratkan kapalnya disaat badai dan angin kencang melanda, Rabu (24/1). Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Bengkulu sepekan terakhir membuat khawatir para nelayan untuk melaut.
CUACA BURUK: Nelayan kawasan Pantai Tapak Paderi berupaya mendaratkan kapalnya disaat badai dan angin kencang melanda, Rabu (24/1). Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Bengkulu sepekan terakhir membuat khawatir para nelayan untuk melaut.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Sebagian besar wilayah di Bengkulu dilanda cuaca ekstrem sejak beberapa hari terakhir termasuk wilayah-wilayah perairan juga dilanda gelombang tinggi. Kondisi itu membuat para nelayan yang tersebar di pesisir barat Sumatera khususnya Bengkulu tak bisa melaut sehingga mengakibatkan pasokan ikan dari nelayan pun terhenti hingga menyebabkan melonjaknya harga ikan laut hingga 60 persen.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal ST MT menuturkan, pada bulan ini tangkapan ikan dari para nelayan terus menurun sebab, sedikit nelayan yang berani melaut.

“Cuaca ekstrem yang beberapa hari ini melanda Bengkulu membuat banyak nelayan tak melaut hingga membuat harga ikan laut melonjak,” ujar Ivan, kemarin (24/1).

Data DKP Provinsi Bengkulu menunjukkan, dari sekitar 5.000 perahu nelayan yang terdaftar di DKP, semuanya bertonase kecil, yakni bobot mati 3 ton sampai 7 ton. Perahu bertonase kecil tidak mampu menghadapi angin kencang dan gelombang tinggi.

“Nelayan kecil sekarang memilih bertahan di dermaga atau mulut sungai, menunggu cuaca berangsur membaik karena ombak sangat tinggi dan memang kami sarankan untuk tidak melaut,” singkat Ivan.

Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, Sudiyanto mengatakan, cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Kota Bengkulu dan sekitarnya masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan.

“Bengkulu masih akan dilanda angin kencang dan hujan dengan intensitas sedang dan lebat hingga tiga hari kedepan,” ujar Sudiyanto.

Selain angin kencang dan hujan, cuaca ekstrem juga membuat perairan Bengkulu perlu diwaspadai karena selama tiga hari ke depan, gelombang tinggi hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di perairan wilayah ini. Bahkan gelombang tinggi tersebut juga terjadi di perairan Pulau Enggano, pulau terluar berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu.

“Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 3,5 meter dan harus diwaspadai terutama nelayan kapal tradisional dan lebih baik tidak melaut,” terang Sudiyanto.

Menurut Sudiyanto, cuaca ekstrem yang ditandai dengan angin kencang dan hujan terjadi karena ada tekanan rendah di Samudera Hindia dan suhu muka laut menghangat antara 27 sampai 29 derajat Celcius. Kecepatan angin di wilayah ini antara 20 hingga 40 kilometer per jam dan suhu 23 hingga 31 derajat Celcius.

“Kita imbau masyarakat terutama nelayan beberapa hari kedepan untuk tidak melaut karena cuaca masih ekstrem dan ada baiknya lebih waspada,” tutup Sudiyanto.

Persoalan cuaca ekstrem menjadi keharusan yang dipatuhi nelayan untuk menghentikan aktivitas melautnya. Tetapi dampak dari berhentinya aktivitas melaut nelayan mengakibatkan persediaan ikan laut dipasaran menjadi sedikit dan harganya juga mahal. Salah seorang pedagang ikan di Pasar Bengkulu, Dodi (33) mengatakan, harga jual sejumlah jenis ikan laut naik dari 20 persen hingga 60 persen. Kenaikan sudah terjadi sejak seminggu terakhir lantaran stok yang tersedia di pasaran sangat terbatas.

“Harga ikan laut naik karena stoknya sedikit sedangkan permintaan banyak,” ujar Dodi.

Kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis ikan seperti ikan sarden dari semula Rp 17.000 menjadi Rp 20.000 per kg atau naik 17,64 persen, ikan gembolo dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kg naik 25 persen, ikan tongkol dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kg naik 25 persen, dan ikan tenggiri dari Rp 35.000 menjadi Rp 45.000 per kg naik 28.57 persen, ikan gebur dari Rp 25.000 menjadi Rp 40.000 per kg atau naik 60 persen, ikan kakap merah dari Rp 25.000 menjadi Rp 35.000 per kg atau naik 40 persen.

“Hampir semua jenis ikan laut mengalami kenaikan karena cuaca ekstrem sehingga stok ikan laut terbatas,” tukas Dodi.

Hal senada juga dikatakan Roni (38) pedagang di Pasar Tradisional Modern Bengkulu menuturkan kenaikan harga ikan laut telah mendorong peningkatan sejumlah permintaan ikan air tawar, seperti Ikan mas, mujair, dan lele. Peningkatan permintaan ikan air tawar tersebut akan terus berlangsung selama perseduaan ikan air laut terbatas di pasaran.

“Kami untung karena masyarakat berpindah ke ikan air tawar karena sejak beberapa hari stok ikan laut tidak ada,” tutup Roni. (999)

 

Grafiss
Dampak Cuaca Ekstrem di Bengkulu:
-5.000 Perahu Nelayan Tidak Melaut
-Persediaan Ikan Laut Menurun
-Harga Ikan Laut Mahal

Harga Ikan Laut Mengalami Kenaikan

 

 

Jenis Ikan Harga Awal Harga Sekarang Kenaikan (persen)
Ikan Sarden Rp 17.000 Rp 20.000 17,64 
Ikan Gembolo Rp 20.000 Rp 25.000 25
Ikan Tongkol Rp 20.000 Rp 25.000 25
Ikan Tenggiri Rp 35.000 Rp 45.000 28.57
Ikan Kakap Merah Rp 25.000 Rp 35.000 40
Ikan Gebur Rp 25.000 Rp 40.000 60