Cuaca Buruk, Nelayan Kaur Tak Melaut

NGANGGUR: Puluhan perahu nelayan di Desa Merpas Kecamatan Nasal saat diparkir lantaran badai, dan juga tampak nelayan yang nganggur, Selasa (1/6)

NASAL, bengkuluekspress.com -Dalam beberapa hari terakhir ini Kabupaten Kaur dilanda gelombang tinggi. Bahkan hantaman gelombang sering masuk sampai ke pemukiman warga setempat. Akibatnya, aktivitas melaut para nelayan sepi dan perahu yang sering dipakai nelayan penangkapan ikan harus diparkir dan memaksa ratusan nelayan Kaur khususnya desa Merpas Kecamatan Nasal menganggur.

“Sudah dua hari ini kita tidak melaut karena badai angin selatan, dan perahu kami hanya ditambatkan di pantai dan kini kami nganggur,”ujar Paizul (37), seorang nelayan Merpas, Selasa (1/6).

Dikatakan Paizul, tingginya gelombang laut ini sama halnya para nelayan mengalami musim paceklik. Dimana para nelayan tidak berani melaut, pendapatan mereka pun otomatis berkurang dan tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dirinya dan para nelayan lain terpaksa mencari pekerjaan lain, sampai kondisi alam laut benar-benar stabil.

”Biasanya kami dalam sehari kami nelayan ini bisa menghasilkan pendapatan dari Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu rupiah. Tapi, karena gelombang besar kita kadang cari ikan di pinggir inilah,” ujarnya.

Sementara itu, dampak dari para nelayan yang banyak nganggur ini, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) desa Merpas dan Pasar Lama biasanya ramai kini sepi dan hanya dipenuhi perahu nelayan parkir. Juga hanya sedikit pelelangan ikan, dan juga untuk harga ikan terus merangkak naik berkali-kali lipat. Kini ikan dipengecer mahal, jika biasanya harga ikan tongkol Rp 20 ribu perkilo kini menjadi Rp 30 ribu dan ikan kerapu dari Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu perkilonya.

“Kalau biasanya harga ikan ini paling mahal Rp 30 ribu, kalau sekarang sudah diatas Rp 40 ribu dan itu juga sulit dicari karena banyak nelayan tidak lagi melaut,”ujar Ridwan (32), salah satu pengecer ikan keliling di TPI Pasar Lama, Selasa (1/6).

Menanggapi akan gelombang tinggi tersebut, Plt Kepala Dinas Perikanan Kaur Hendris SE MM, mengimbau nelayan untuk waspada melaut. Bahkan dirinya juga meminta nelayan khususnya perahu kecil untuk menunda kegiatan mencari ikan, dengan situasi dan cuaca gelombang tinggi seperti ini.

“Saya harap, nelayan jangan dulu melaut. Karena tinggi gelombang di selatan kini satu sampai dua meter. Untuk nelayan yang perahunya kecil kami imbau supaya tidak melaut dulu dan jangan memaksakan diri karena besar risikonya,” imbaunya. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*