CPNS Didominasi Orang Luar Lebong

TUBEI, BE – Minimnya jumlah warga asli Lebong yang lolos dalam penerimaan tes CPNS yang baru diumumkan kemarin, menjadi sorotan anggota dewan.  Menurut sekretaris komisi I, Syahirwanto SSos prosedur penyeleksian tes CPNS selanjutnya harus diubah agar lebih banyak memberi kesempatan warga Lebong untuk menjadi PNS.  Sebab, jika dilihat dari pengumuman CPNS tersebut, untuk peserta yang lulus banyak didominasi oleh orang luar daerah Lebong.

“Tentunya kita prihatin dengan minimnya warga asli Lebong yang lolos CPNS tersebut.  Dari 54 orang kuota CPNS mungkin tidak lebih dari 50 persen orang Lebong.  Utuk itu, kita berharap Pemkab bisa memperjuangkan agar prosedur penerimaan CPNS tahun-tahun selanjutnya dapat diubah menjadi seperti dulu agar lebih mengutamakan putra daerah,” ungkap Syahirwanto.

Dikatakan Syahirwanto, berdasakan pengalaman banyaknya warga luar Kabupaten Lebong yang lulus jadi PNS di Lebong hanya memanfaatkan Lebong sebagai tempat untuk mencari NIP.  Hal tersebut tentunya sangat merugikan warga Leong dan Pemkab Lebong, sebab para PNS yang lulus tersebut mungkin sangat dibutuhkan tenaga dan pemikirannya untuk mengabdi di Lebong guna memajukan Kabupaten Lebong, namun kebanyakan para PNS tersebut malah pindah ke luar daerah Lebong.

“Pada dasarnya kita tidak ada ingin menghalangi orang luar untuk menjadi PNS di Lebong. Tetapi ketika mereka lulus jadi PNS seharusnya mereka harus siap untuk mengabdi di Lebong bukan malah pindah. Dengan begitu, berarti mereka tidak memiliki beban moral untuk membangun Lebong. Padahal kita butuh PNS yang benar-benar berkomitmen mengabdi untuk kemajuan Kabupaten Lebong,” ungkap Syahirwanto.

Untuk itu, seharusnya Pemerintah harus lebih memperketat dalam proses pemindahan para PNS yang ingin pindah ke luar Lebong. “Dalam hal ini seharusnya BKD Lebong lebih selektif dalam memberikan surat pindah kepada para PNS nantinya. Atau bila perlu para CPNS tersebut wajib membuat pernyataan tidak akan pindah selama 10 tahun agar mereka memang dapat mengabdi di Lebong,” pungkas Syahir.(777)