Covid-19 Meledak, Bupati Benteng Warning Warga Patuhi Prokes

Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH

BENTENG,bengkuluekspress.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H, penyebaran virus korona (Covid-19) kembali meluas. Jumlah warga yang terpapar alias terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) kembali meledak (meningkat,red). Dalam kurun waktu sepakan terakhir, setidaknya ada 13 orang warga Benteng yang dinyatakan terpapar wabah Covid-19. Bahkan, salah satu diantaranya terpaksa menjalani perawatan di ruang isolasi RSMY Kota Bengkulu.
Menyikapi hal ini, Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH memberi peringatan (warning) kepada seluruh masyarakat yang tinggal di 142 desa dan 1 kelurahan Kabupaten Benteng agar mematuhi dan mentaati protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Seperti menjaga jarak, rajin mencuci tangan, mengindari kerumunan dan selalu memakai masker saat bepergian ke luar rumah.

Disampaikan Bupati, masyarakat jangan sampai terlena dan mengabaikan Prokes. Sebab, keberadaan virus korona tak bisa dilihat secara kasat mata .
“Saat ini kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Bengkulu merupakan salah satu yang diwarning oleh Presiden. Sebab itulah, masyarakat harus eksta hati-hati dan waspada. Selalu patuhi Prokes Covid-19,” tegas Bupati.

Selain itu, sambung Bupati, Pemda Benteng juga telah mengeluarkan edaran yang merupakan turunan dari SE Gubernur Bengkulu. Saat momen lebaran, masyarakat hendaknya dapat menahan diri untuk tak berkeliling ke objek wisata maupun tradisi mudik setiap tahun.
“Mudik antar kabupaten dalam Provinsi Bengkulu masih diperbolehkan. Yang dilarang itu jika hendak mudik ke luar provinsi,” pungkas Bupati.

Disisi lain, Pemda melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Benteng juga semakin agresif dalam memerangi virus korona. Saat ini, Dinkes melalui seluruh Puskesmas se-Kabupaten Benteng kembali menggencarkan kegiatan penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum dan rumah ibadah. Selain itu, proses penyuntikan vaksin juga terus berlanjut.
“Kami juga memberi perhatian kepada masyarakat yang rentan terpapar Covid-19. Yaitu, kelompok lanjut usia (Lansia) yang memiliki penyakit penyerta. Seperti hipertensi, DM, sesak nafas dan jantung. Selain memberi pengobatan gratis, kami juga mensosialisasi kepada mereka untuk menjaga pola hidup sehat dan mematui Prokes,” terang Kepala Dinkes Benteng, Ns Gusti Miniarti SKep MH, melalui Kabid P2PL, Yoki Hermansyah SKM MPh.

Diakui Yoki, ledakan kasus Covid-19 mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Sebagian besar, warga yang terkonfirmasi positif dalam kondisi baik dan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Mengindari agar virus tak menyebar, kami harap Pemerintah Desa setempat juga ikut memantau agar warga yang terpapar Covid-19 agar tak bepergian ke luar rumah terlebih dahulu,” harap Yoki.

Selain warga Benteng, ungkap Yoki, pemantauan juga dilakukan kepada warga yang melakukan kontak dengan warga Kota Bengkulu yang terpapar Covid-19. Bahkan, beberapa PNS dan staf OPD terpaksa menjalani pemeriksaan swab antigen lantaran ada pegawai di OPD tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Hasil pemeriksaan swab antigen terhadap 23 orang staf OPD,semuanya dinyatakan negatif,” demikian Yoki.(135)
(135)