CFW KOTAKU, Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Kucurkan Dana Rp 6,9 Miliar di 23 Kelurahan

BENGKULU, BE РProgram Cash For Work (CFW) atau dikenal Program Padat Karya Tunai (PKT), menjadi prioritas pelaksanaan PKT di Provinsi Bengkulu.  Program yang  ini menyasar pemeliharaan sarana dan prasarana menjadi prioritas pelaksanaan PKT di Provinsi Bengkulu ini dinilai mampu memulihkan ekonomi masyarakat di wilayah penerima program tersebut.

Koordinator Kota Program Kotaku, Jumatil Fikri ST menuturkan, “Program CFW diluncurkan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Kota Tanpa Kumuh. Sebagai upaya percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat dampak pandemi covid-19.”

Tujuannya meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap sarana dan prasarana terbangun. Selain itu, juga membantu masyarakat dari kesulitan ekonomi. Dengan melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja secara langsung diharapkan dapat membantu memulihkan ekonomi keluarga.

“Upaya mitigasi terhadap COVID-19 dengan memberikan penghasilan tambahan untuk kelompok berpenghasilan rendah melalui skema Padat Karya Tunai (PKT) atau Cash for Work (CFW), padat karya tunai yang memberdayakan tenaga kerja dengan upah dibayarkan secara tunai,” katanya.

Kegiatan CFW, bebernya, meliputi upaya pemeliharaan lingkungan permukiman, seperti pembersihan dan perawatan aset infrastruktur. Di Provinsi Bengkulu, CFW Program KOTAKU alokasi kegiatan padat karya tunai (CFW) ini didapatkan 23 kelurahan. Tersebar di tiga kota/kabupaten. Yaitu, 9 kelurahan di Kota Bengkulu, 9 kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong, dan 5 kelurahan di Kabupaten Bengkulu selatan. Masing-masing kelurahan mendapatkan kucuran dana senilai Rp 300 juta. Dengan total dana yang dikucurkan di 23 kelurahan mencapai Rp 6,9 miliar.

“Kegiatan CFW tersebut ditargetkan sekurang-kurangnya untuk 799 tenaga kerja dapat di serap. Dalam realisasinya berhasil menyerap 1.985 tenaga kerja. Dengan skema 70% dana di peruntukan untuk upah tenaga kerja. Dengan begitu, maka memang program ini sangat efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya masyarakat terdampak covid- 19,” bebernya.

Ia berpesan, dalam pelaksanaan kegiatan yang terpenting para pekerja harus tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan standar keselamatan kerja (K3). Prokes dan K3 wajib dipatuhi bagi semua pekerja.

Lurah Kelurahan Muara Dua,Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, Yusrizal, BA menuturkan, sangat bersyukur kelurahannya menjadi salah satu penerima alokasi Dana Bantuan Pemerintah untuk masyarakat Cash For Work (BPM CFW).

Ia menuturkan, kelurahan yang ia pimpin saat ini dihuni sekitar 850 kepala keluarga (KK). Pada 2017, kelurahannya masuk dalam Surat keputusan (SK) kumuh wali kota dengan luas lahan kumuh seluas 21,9 Ha.

“Alhamdulillah, melalui dana kolaborasi pada 2020, Kelurahan Muara dua sudah tidak kumuh, akan tetapi beberapa infrastruktur dasar terutama drainase sudah mulai rusak sehingga butuh perawatan. Dengan adanya dana BPM CFW Kelurahan Muara dua bisa mengatasi persoalan kumuh,” katanya.

Disamping itu, pandemi covid-19 yang mendera hampir dua tahun tersebut, sangat terbantu dengan BPM CFW. Pasalnya, sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai buruh harian mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, danya kegiatan BPM CFW melalui program Kotaku dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu warga penerima manfaat demi menuturkan, turut terbantu dengan CFW. Dia tampak sangat bersemangat bekerja dengan atribut lengkap APD yang diberikan oleh Kelompok Swadaya masyarakat (KSM).

“Saya hanya buruh pembuat batu bata. Suami saya sebagai buruh bangunan. Akibat covid-19 pengusaha bata banyak yang tutup. Alhamdulillah, ada program padat karya. Saya bisa bekerja di sini setidaknya bisa membantu suami mendapatkan uang,” tandasnya. (247)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*