Cerita Korban D4F di Bengkulu Mobil Terjual, Dipecat dari Tempat Kerja

D4F Sampul

SEJUMLAH member atau partisipan money game Dream For Freedom (D4F) di Provinsi Bengkulu kini mulai menyadari kekeliruan mereka selama ini. Harapan mereka ingin untung besar ketika bergabung ke komunitas money game itu, kini kandas sudah ketika uang yang ditanam puluhan juta tidak kembali. Sementara petinggi D4F yang dahulu bermulut manis menjanjikan keuntungan berlimpah, kini entah kemana.

Bengkulu Ekspress, BENGKULU

Sejumlah korban D4F mengaku, awalnya mereka masuk ke lingkaran komunitas money game D4F karena tergiur untung berlipat-lipat tanpa kerja. Apalagi diawal masuk, mereka mengakui sejumlah uang masuk ke rekening mereka cukup besar.
Ruslana (40), seorang wirausahawan, merupakan salah satu korban D4F di Kota Bengkulu. Ia mengaku kehilangan uang puluhan juta, setelah server D4F macet beberepa bulan lalu. Hingga ia kini tidak tahu kejelasan apakah uangnya akan kembali atau tidak. Ia hanya bisa pasrah.

Ruslan mengaku tergiur bergabung ke D4F karena ajakan seorang mahasiswi yang kuliah di salah satu PTN di Bengkulu. Saat itu siswi tersebut menyewa salah satu bedengan milik Ruslana di daerah Padang Kemiling.

Dari siswi tersebutlah yang menawarkan Ruslana untuk masuk dan bergabung dalam D4F karena Ruslana diiming-imingi dengan pendapatan yang sangat menjanjikan. Apalagi dengan masuk D4F, tidak usah capek-capek kerja lagi bahkan uang bisa masuk sendiri kedalam rekening. Bahkan mahasiswi tersebut mengaku ia telah memiliki sebuah mobil semi sedan hasil dari D4F.

“Saya sangat tergiur karena masuk dalam D4F tidak perlu kerja, tinggal duduk-duduk manis dirumah terus duit masuk sendiri ke rekening kita, mulai dari situ saya ikut D4F yang berawal dari seorang mahasiswi yang tinggal di kosan saya di daerah Padang Kemiling. Siswi tersebutlah yang menjelaskan cara pendaftaran dan pendapatan yang diperoleh di D4F,” terangnya.

Ruslana mengaku ikut D4F dengan modal awal Rp 30 juta. Ia membuat rekening di Bank Mandiri serta membayar uang tiket sebesar Rp 200 ribu. Ia mengakui, selama 3 bulan bergabung di D4F sempat menerima transferan uang, sebanyak 2 kali. Tetapi setelah itu server D4F mulai error.

Hal ini sangat membuat Ruslana terpukul karena uang yang ditanamkann ke D4F tidak sedikit. Apalagi sejumlah keluarga dan keponakannya juga ikut dalam komunitas itu .

“Pertama kali ikut D4F bulan Januari 2016 dengan modal Rp 30 juta. Setelah dirasa ada nyatanya dan ada inputnya, saya tambah lagi Rp 30 juta. Namun sampai saat ini baru 2 kali narik, dan kini tidak dapat lagi,” ujar Ruslana.

Ia mengatakan, prosedurnya D4F memberikan bonus sebesar 9 juta setiap bulannya apabila menanam modal Rp 30 juta. Bonus itu untuk member pasif alias belum memiliki kaki-kaki atau member baru. Namun Ruslan kemudian mengajak keluarganya seperti keponakan untuk ikut. Keponakannya itu memang sempat menarik uang sebesar Rp 10 juta, tapi baru 1 kali, karena hingga kini server D4F tersebut sudah macet.

Padahal untuk masuk dalam D4F, Ruslana tahan meminjam uang kepada keluarganya saking bersemangatnya dan tergiurnya masuk D4F. Jangkan mendapatkan untung, Ruslana kini harus mengembalikan uang yang dipinjamnya dan mengalami kerugian sebesar Rp 30 juta.

“Saya sangat menyesal mengikutin D4F, ini semua karena nafsu dan kurangnya berpikir tentang dampak dan akibat ketika ikut D4F, semua itu tidak terpikir karena terpengaruh uang yang di peroleh secara tanpa bekerja dan tanpa menjual barang apapun jadi kepada masyarakat Bengkulu jangan lagi tergiur dengan semua jenis money game apapun karena semuanya hanya menipu,” tutup Ruslana.

Dipecat dari Tempat Kerja

Lain lagi cerita Seprin (28), mantan Kepala Kolektor salah satu leasing di Bengkulu. Ia mengaku pertama kali masuk D4F diajak temannya melalui pertemuan d isebuah hotel di Kota Bengkulu.

Seprin mengaku menggunakan total modal investasi sebesar Rp 80 juta. “Modal pertama saya daftar Rp 30 juta, karena ini ada ada nyatanya dan saya mendapatkan bonus Rp 6 juta. Saya daftar lagi yang kedua dengan modal Rp 50 juta, itu untuk mendapatkan bonus yang pasif , dan saya juga mengajak teman teman di tempat kerja dan tetangga,” terangnya

Karena terlalu percaya dengan bisnis D4F ini, Seprin akhirnya dipecat karena tidak fokus bekerja di kantor. Bahkan ia sampai menjual mobilnya untuk modal ditanamkan di komunitas D4F tersebut.

“Karena ingin untung besar, saya jual mobil saya untuk modal tambahan di D4F. Kemudian saya sering mengikuti pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh pihak D4F. Akhirnya saya sering tidak masuk kerja, sehingga dipecat dari kantor saya,” ujarnya.

Hanya Pasrah

Sedangkan Emi dan Yuli, adalah kakak beradik asal Bengkulu Selatan yang menjadi korban D4F mengaku hanya bisa pasrah. Keduanya mengalami total kerugian hampir Rp 60 juta, sedangkan yang yanga mereka terima tidak lebih dari Rp 10 juta.

Awal bergabung dengan D4f pada bulan Oktober 2015 yang lalu mereka sangat merasa yakin bahwa investasi ini akan sangat menguntungkan dengan iming-iming dari salah satu kenalan yang sudah terlebih dahulu bergabung dengan D4F. “Kami sangat tertarik dengan keuntungan berlipat ganda yang teman saya tawarkan jika bergabung dengan D4F, jadi tidak pikir panjang saya langsung setuju dan langsung pergi ke bank untuk membuka rekening sebagai syarat utama,” ujar Emi, yang dihubungi BE via telepon, Kamis (9/6).

“Pertama masuk saya setor Rp 30 juta untuk tiga akun masing-masing Rp 10 juta per akun. Setelah 15 hari masuk, bonus pasif 1 persen, dari

itulah saya semakin yakin D4F akan sangat menguntungkan dan kami memutuskan untuk mengambil kredit mobil,” tambahnya.
Emi menjelaskan, setelah masuk sebulan aturan-aturan tentang bonus di D4F mulai berubah bonus penarikan menjadi lebih kecil, dan makin lama semakin santer berita tentang bisnis ini sudah mulai goyah. Puncaknya pada awal Januari lalu mereka tidak bisa mengakses akun mereka. Sampai sekarang pun mereka cuma diiming-imingkan bahwa bisnis ini akan kembali berjalan normal.

“Kami yang tinggal di daerah ini tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang, hanya berharap uang kami bisa kembali,” tutupnya.(cw2/cw5/nop)