Cerdas Gunakan Internet

Bengkulu
IRUL/Bengkulu Ekspress SOSIALISASI: Para guru dan masyarakat saat mengikuti sosialisasi pembinaan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam implementasi TIK melalui internet cakap di hotel Zalfa, Selasa (9/5/2017).

Mei 10, 2017 @ 17:00

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Maraknya konten pemberitaan palsu (hoax) di dunia internet semakin meresahkan. Atas kondisi tersebut, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Persandian (KISP) Provinsi Bengkulu meminta masyarakat agar cerdas dalam menggunakan internet dalam media sosial (Medsos), serta mewaspadai derasnya konten hoax, terutama yang tersebar melalui sosial media.

“Sebagai pengguna kita harus berlaku cerdas, kreatif dan produktif dalam memanfaatkan internet,” kata Kabid Hubungan Media KISP Provinsi Bengkulu Media Puthut Eko Pramono MSi, saat membuka sosialisasi pembinaan kapasitas apartur dan masyarakat dalam implementasi TIK melalui internet cakap di aula hotel Zalfa Bintuhan, kemarin (9/5/2017).

Dikatakannya, saat ini tidak semua masyarakat memiliki kemampuan mengenali atau memahami konten yang disampaikan di dunia maya, sehinga kewaspadaan harus ditingkatkan. Sebab perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada media sosial sulit dikendalikan, berbeda halnya dengan radio, televisi dan media cetak. Untuk itu kita sebagai penguna internet medsos harus selektif dalam memilah berita.

“Setiap kali kita akan menggunakan medsos maka sebaiknya memikirkan terlebih dahulu apa tujuan kita menggunakan medsos. Sehingga ketika ada berita-berita yang masuk kita bisa pilah pilih berita yang benar atau salah,” tuturnya.

Lanjutnya, kini memang tidak dapat dimungkiri dengan kehadiran medsos yang ramai dipergunakan dalam kehidupan keseharian sedikit banyak telah mengubah pola pikir penggunanya. Sehingga, sebagai pengguna media sosial yang cerdas kita harus tetap waspada dan berhati-hati dalam penggunaannya. Sebab media sosial memiliki dampak positif dan negatif.

“Kalau dampak positifnya orang bisa bersosialisasi kepada banyak orang dengan waktu yang efektif dan juga memberitahukan sebuah informasi yang baik,” terangnya.

Ditambahkannya, medsos saat ini seakan menjadi sasaran empuk bagi mereka yang ingin menebar kebencian dan kejahatan dengan menyebarkan berita bohong. Sebab masyarakat kini banyak bergantung pada Medsos. Baik sekadar berbagi kabar, berbagi foto, bahkan untuk mendapatkan informasi. Untuk itu melalui sosialisasi ini para peserta bisa memilah berita yang benar atau berita yang cuma menebar kebencian dan bohong.

“Masyarakat harus mulai berpikir panjang serta cerdas melakukan cek and ricek terkait kebenaran sebuah berita, dan diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat akan lebih cerdas dan jadilah pengguna internet dengan bijak,” tandasnya.(618)