Cekcok dengan Kekasih, Pemuda Ini Gantung Diri

IST/BE
Jasad korban saat divisum oleh pihak tim dokter Puskesmas Sebelat, Selasa  (23/6)

PUTRI HIJAU, bengkuluekspress.com – Diduga dipicu oleh hubungan asmara, seorang pemuda asal Desa Tanjung Harapan Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko, Febry (20) nekat mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri.

Aksi bunuh diri ini dilakukan oleh korban di kediaman kekasihnya berinisial RI (16) asal Dusun Talang Karet, Desa Pasar Sebelat, Kecamatan Putri Hijau, Selasa (23/6) sore.

Ketika dikonfimasi, Kapolsek Putri Hijau Iptu Fery Octaviari Pratama SIK MH membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui sudah menginap di rumah kekasihnya ini sejak hari Minggu (21/6) atau tiga hari lalu.

Diduga kuat motif korban nekat mengakhiri nyawanya dengan cara gantung diri akibat dipicu persoalan hubungan asmara dengan kekasihnya. Dimana sebelum peristiwa gantung diri ini terjadi, korban dan kekasihnya sempat terlibat cekcok terkait hubungan asmaranya.

“Ya, mas benar kejadian tersebut, korban merupakan asal dari Kabupaten Mukomuko yang sudah 3 hari menginap di rumah kekasihnya. Namun diduga hubungan asmara, korban nekat gantung diri di rumah kekasihnya sendiri,” kata Kapolsek Fery Octaviari Pratama SIK MH, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (24/6)

Kapolsek menambahkan, dari hasil olah TKP yang telah dilakukan dan mengamankan barang bukti serta mengambil keterangan dari sejumlah saksi. Ditambah lagi hasil visum dari tim dokter di Puskesmas Sebelat, tidak ditemukan tanda kekerasan lainnya. Selain bekas jeratan tali pada leher korban dan sempat keluar cairan bening dari alat kemaluan korban yang mengarah kepada aksi murni gantung diri.

“Dari olah TKP dan mengamankan barang bukti (BB) sudah kita lakukan bersama anggota dan sejumlah saksi sudah kita ambil keterangan, ditambah lagi dengan hasil visum. Kejadian ini murni gantung diri. Untuk sementara ini jenazah korban berada di Puskesmas Sebelat dan sedang menunggu pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Pasar Sebelat, Zamari ikut membenarkan peristiwa penemuan korban gantung diri di salah satu dusun dalam wilayah desanya tersebut. Bahwa korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kediaman kekasihnya. Dirinya pun mengungkapkan kejadian gantung diri yang terjadi di salah satu rumah warganya tersebut merupakan musibah. Namun di sisi lain, Zamari, sempat menyesalkan keberadaan korban yang sudah tiga hari berada di rumah kekasihnya tanpa melapor kepada aparat desa atau lingkungan setempat.

“Benar, telah terjadi peristiwa gantung diri di salah satu rumah warga kita. Peristiwa ini adalah musibah. Namun kami dari Pemdes juga menyesalkan sikap korban yang sejak tiga hari terakhir berada di rumah kekasihnya yang dianggap mengabaikan norma lingkungan setempat. Tentu kita berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali dan kita ambil hikmah atas musibah yang terjadi ini,” tandasnya.(127)