Cegah Konflik, Kemdikbud Cetak 5.000 Duta Budaya

JAKARTA –¬†Maraknya konflik masyarakat yang muncul belakangan ini, disinyalir menjadi gejala mulai lunturnya pelestarian perilaku yang menjadi budaya bangsa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mencetak 5.000 pemuda duta budaya untuk menjaga keharmonisan bermasyarakat.
Wamendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryati mengatakan bahwa upaya pelestarian budaya, terutama soal perilaku, saat ini perlu disegarkan. “Saya merasakan jika pelestarian budaya berat dan hanya dilakukan oleh orang-orang tua. Perlu disegarkan,” katanya di Jakarta, Jumat (2/11).

Menurutnya, pelestarian budaya yang dijalankan generasi senior tetap terus dilanjutkan. Sementara itu Kemendikbud mendorong adanya regenerasi dengan pencetakan pemuda-pemuda duta kebudayaan.

Dia menjelaskan jika pencetakan 5.000 pemuda duta budaya ini sekaligus dikebut saat Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia (KKPI) di Jakarta pekan depan. Selama mengikuti acara ini mereka akan ditatar soal pelestarian kebudayaan.

Wiendu menjelaskan jika urusan pelestarian kebudayaan ini tidak hanya berbentuk pelestarian kesenian dan benda-benda warisan sejarah saja. Tetapi yang tidak kalah penting juga pelestarian perilaku yang menjadi budaya Indonesia. Seperti gotong royong dan solidaritas.

Jika semua lapisan usia masyarakat bersatu melestarikan perilaku warisan budaya Indonesia ini, bisa menekan potensi-potensi penyimpangan yang sekarang terus marak. Sebut saja soal konflik masyarakat di sejumlah daerah yang baru-baru ini seakan muncul bergantian dari satu daerah ke daerah lainnya.

Selain itu juga jika perilaku gotong royong dan solidaritas bisa dilestarikan juga bisa menekan potensi tawuran pelajar. Bahkan lebih dari itu, upaya ini bisa menekan regenerasi penjahat tingkat tinggi. Seperti koruptor dan teroris.

Wiendu lantas mengatakan jika pencetakan pemuda duta budaya ini disesuaikan dengan sifat pemuda. “Kami menghindari kesan formal dan kaku. Jadi nanti tidak ada SK-SK-an,” katanya. Meski begitu dia optimis para pemuda ini tetap semangat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing.¬†(wan)