Cegah Hoax, Polwan Sambangi Sekolah

SAMBANGI : Anggota Polwan Polres Lebong ketika menyambangi sekolah untuk mengajak pelajar mencegah peredaran berita Hoax.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Anggota Polisi Wanita (Polwan) Polres Lebong mengajak seluruh pelajar di Kabuapten Lebong, untuk mencegah penyebaran berita yang belum tentu kebenarannya atau Hoax. Hal tersebut disampaikan oleh anggota polwan Polres Lebong ketika melaksankan Goes To Scholl dalam rangka memperingati hari Kartini tahun 2019 di 3 Sekolah (SMAN 3 Lebong, SMK Muhammadiyah dan SMPN 1 Lebong), kemarin (29/04).

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra SH SIk melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), IPDA Awatharie Kusumadewi STr K mengatakan, Polres Lebong saat ini memiliki 13 orang polwan. Dari jumlah tersebut, dibagi 3 kelompok untuk melaksanakan kegiatan Goes To Scholl untuk menyampaikan masalah penyebaran berita hoax.

“Selesai menjadi pembina upacara, kita langsung melaksanakan sosialisasi masalah berita Hoax,” jelasnya, kemarin (29/04).

Ada beberapa hal yang disampaikan kepada para siswa masalah penyebaran berita hoax yang sering terjadi terutama di media sosial. Untuk itulah diminta kepada seluruh pelajar agar selalu bijak dalam bersosial media. “Untuk diketahui media sosial bukan ruang privat, melainkan ruang publik sehingga apa yang kita tulis bisa dibaca oleh semua orang,” sampainya.

Selain itu, jejak digital di dalam media sosial itu sulit untuk dihapus. Untuk itulah semua harus selalu berhati-hati dalam berucap atau menulis di laman media sosial, baik di laman sendiri atau dilaman pengguna media sosial lainnya. “Untuk itulah kami meminta kepada adik-adik (pelajar) untuk bermedia sosial secara baik,” ujarnya.

Bagi yang telah memiliki media sosial, hendanya dipergunakan dan dimanfaatkan untuk saling bersilahturahmi, bertukar pikiran dan pengetahuan serta ajang memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. “Namun sebenarnya yang paling bagus agar tidak terjerat berita-berita Hoax, seseorang tidak memiliki media sosial, “ ucapnya.

Ditambahkan Awatharie, tidak dipungkiri bahwa para pemuda atau pelajar saat ini telah memiliki media sosial dan sangat mudah terpengaruh dengan berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya (hoax). Untuk itulah para pelajar harus mengetahui apakah informasi yang ia terima tersbeut benar adanya atau tidak. “Apalagi setelah membaca dan menganggap informasi tersebut benar, para pelajar langsung membagikannya (Share), jadi kami ingatkan sebelum sharing informasi untuk di saring terlebih dahulu,” tutur Awatharie.(614)