Catut Nama Kapolsek, Camat Tertipu Rp 25 Juta

 Kompol Abdu Arbain
Kompol Abdu Arbain

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Ini peringatan bagi para pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) agar tidak menjadi korban penipuan seperti yang Camat Pondok Kelapa, Nurmansyah SE.

Gara-gara ditelepon oleh oknum tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Kapolsek Pondok Kelapa, Camat Pondok Kelapa akhirnya menjadi korban penipuan senilai Rp 25 juta.
Data terhimpun Bengkulu Ekspress, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.26 WIB, Selasa (20/3) pagi. Berawal dari Camat Pondok Kelapa dihubungi oleh nomor 085280005706 dengan mangatasnamakan Budi Mansyah, Kapolsek Pondok Kelapa yang belum lama ini dilantik.

Melalui kesempatan itulah, pelaku yang diduga sudah terbiasa memanfaatkan momen pergantian perwira menengah (Pamen) di lingkungan Polri tersebut langsung meminta korban untuk mentransfer uang senilai Rp 25 juta ke rekening BRI yang disebutkan pelaku.

Saat itu, pelaku menyebutkan bahwa uang pinjaman tersebut akan digunakan untuk keperluan administrasi pengambilan bantuan mobil patroli dari Polda Bengkulu. Tanpa curiga, korban pun langsung menghubungi stafnya agar langsung mengirimkan uang tersebut. Sayangnya, setelah uang ditransfer, belakangan terungkap bahwa Camat telah tertipu oleh oknum yang mengatasnamakan anggota Polri tersebut.

Tak terima dengan apa yang menimpanya, korban langsung melapor ke Polda Bengkulu untuk ditindaklanjuti.
Ketika dikonfirmasi, Perwira Penghubung Polri di Kabupaten Benteng, Kompol Abdu Arbain membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan akan kita tindaklanjuti. Karena pelaku mengatasnamakan anggota Polri, penyelidikan juga akan dilakukan oleh Bid Propam Polda Bengkulu,” tegas Abdu.
Selain itu, Abdu mengimbau kepada seluruh pejabat serta masyarakat umum untuk tidak mudah percaya dengan orang tak dikenal yang meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan anggota Polri.

“Ketika menjadi Kapolsek, nama saya juga pernah dicatut. Sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada orang yang tak dikenal,” imbau Abdu.(135)