Cari Pemimpin yang Mengerti Al Quran

RIO-MAMA DEDEH ISI TABLIG AKBAR HARI IBU (2)BENGKULU, BE – Ustadzah Dedeh Rosidah Syarifudin atau lebih dikenal dengan Mamah Dedeh, kemarin membius ribuan masyarakat Bengkulu terutama kaum ibu-ibu.  Dalam ceramah yang ia sampaikan  di Masjid Raya Baitul Izzah Padang Harapan kemarin, ia berpesan kepada masyarakat Bengkulu untuk pintar dalam memilih pemimpin, terutama pemimpin yang mengerti tentang Al Quran dan agama.

“Tapi mengerti saja tidak cukup, melainkan ia harus mengamalkan dan menjalankan semua yang ada dalam Al Quran tersebut,” kata Mamah Dedeh dengan lantang.

Selanjutnya ia menjelaskan saat ini banyak pemimpin atau pejabat yang tidak jujur, yang banyak mengambil hak-hak masyarakat kurang mampu. Mereka mengaku miskin sehingga banyak memakai pelayanan yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu.  Ia mencontohkan masih banyaknya pejabat atau keluarganya yang menggunakan kartu Jamkesda atau sebagainya.  Selain itu ia juga menilai hukum yang berlaku saat ini ibarat pisau yang tajam sebelah.

Ketika pelaku kejahatan adalah kalangan masyarakat biasa, meskipun kejahatannya kecil dan dapat diselesaikan dengan jalan kekeluargaan, hukum berlaku tajam.  Ia mencontohkan kejadian seperti mencuri pisang, pelakunya dihukum selama empat bulan.  Berbanding terbalik dengan pelaku korupsi yang mengambil uang negara hingga triliunan, susah disentuh hukum.

“Ini mah tidak adil.  Dan ini menandakan pemimpin kita sudah banyak yang tidak jujur,” ungkap Mamah Dedeh dengan logat Sundanya.
Tabligh Akbar yang diselenggarakan dalam memperingati Hari Ibu ini, Mama Dedeh mengatakan, bersyukurlah kaum wanita yang dilahirkan setelah adanya Islam, karena menurutnya dahulu sebelum Islam datang, perempuan sangat tidak dianggap di dunia ini.  Ia mencontohkan pada zaman jahiliyah, setiap bayi perempuan yang lahir harus dibunuh bahkan dikubur hidup-hidup, atau jika ada orang tua yang melahirkan bayi perempuan ahrus merawatnya dengan sembunyi sembunyi dengan resiko jika ketahuan akan dipermalukan di depan masyarakat umum.

Adanya kebiasaan seperti itu karena mereka menganggap anak perempuan tidak bisa dibawa berburu bahkan perang. Selain itu ia juga mencontohkan pada zaman Yunani kuno, perempuan hanya digunakan sebagai tempat pemuas nafsu birahi semata, sehingga saat itu pemimpin-pemimpinnya banyak mempunyai istri bahkan ada yang sampai mempunyai 50 orang istri. Ia juga mencontohkan pada zaman Hindu kuno jika ada suami yang meninggal dan pada saat dilakukan pembakaran sang istripun harus meloncat kedalam api, dan keadaan berbalik ketika sang istri yang meninggal, suami biasa-biasa saja.
“Jadi beruntunglah kaum ibu-ibu atau perempuan yang dilahirkan pada masa sekarang ini,” tambahnya.

Mamah Dedeh juga mengatakan, masyarakat Bengkulu beruntung mempunyai wakil di DPR RI seperti Dian A Syakhroza.  Karena menurut Mamah Dedeh, Dian A. Syakhroza adalah sosok pemimpin yang tidak sombong yang masih ingat dengan masyarakat Bengkulu.  Karena menurut Mamah Dedeh, ia diajak Dian A Syakhroza ke Bengkulu karena dia tahu di Bengkulu banyak penggemar Mamah Dedeh.  Ini terbukti dengan antusias masyarakat Bengkulu yang hadir dalam Tabligh Akbar ini.  Sementara itu penyelenggara kegiatan Dian A Sakhroza mengatakan, Tablihg Akbar dalam memperingati hari ibu ini bertemakan Kejujuran Dalam Berpikir dan Bertindak.

“Kita sebagai manusia baik pemimpin maupun masyarakat biasa harus membiasakan sikap jujur, baik dalam berpikir maupun bertindak,” ungkap Dian A Syakhroza.
Dalam Tabligh Akbar ini, turut hadir Ibu Gubernur Bengkulu Hj Honiarti Junaidi Hamsyah, Ibu Walikota Bengkulu Hj Pia Tusmaini Sumardi SE dan Kakanwil Kemenag Bengkulu  H Suardi Abbas SH MH, beserta ribuan masyarakat Bengkulu yang didominasi oleh kaum ibu. (cw2)