Camat Minta Satpol Jaga Eks Terminal

RUDI - Satpol PP kembali melakukan penertiban di eksterminal Air Sebakul. Tak ada PSK yang berhasil ditangkap dalam penertiban ini (1)

BENGKULU, BE – Informasi  adanya  bangunan semi permanen berbentuk warung  yang diduga menjadi tempat kegiatan transaksi seks bagi PSK (pekerja seks komersil), menjadi perhatian serius Camat Selebar, Karnadi, SSos. Menurutnya laporan warga akan ditindaklanjuti pihak kelurahan dan RT untuk mengetahui kebenarannya.
“Kalau memang benar,  lurah dan RT cepat bergerak dan melaporkan segala perkembangan di lapangan,” terangnya saat dihubungi BE, kemarin.
Untuk mengawasi kegiatan seks bebas ini, mantan lurah Pagar Dewa itu mengatakan,  bukan hanya  tugas pemerintah kota semata yakni, lurah, camat dan RT.  Namun peran masyarakatlah yang lebih besar dibutuhkan.  Karena mereka inilah yang mengetahui persis apa yang terjadi di lapangan. Untuk itu, jika ada sesuatu hal yang mencurigakan agar segera dilaporkan ke RT terdekat, sehingga  dugaan seks bebas inipun tidak akan berkembang dan meluas.
Camat pun sangat berterima kasih pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).  Pasalnya sejak ditertibkan pada Senin lalu, aktivitas  di kawasan eks terminal Air Sebakul itu mulai berkurang.  Pun begitu   razia yang digelar  itu mesti dilakukan secara rutin.  Bila perlu ada penjagaan dengan menurunkan petugas di lokasi tersebut, sehingga benar-benar dinyatakan bebas dari hal-hal yang berbau negatif.
“Satpol PP mesti sering merazia, jangan ada unsur pembiaran, karena jika dibiarkan begitu saja, tidak ada efek jera dan  mereka akan kembali lagi ke lokasi tersebut,” katanya.
Penempatan petugas di kawasan eks terminal Air Sebakul menurut Camat, menjadi salah satu alternatif.  Namun  kawasan inipun harus difungsikan  kembali, dengan begitu kawasan itu menjadi ramai, dan  perekonomian menggeliat.
Karnadi berharap ada kerjasama semua pihak dalam pengawasan perkembangan ini.  “Semua pihak memiliki peran pengawasan, mulai LPM, RT, lurah, camat dan seterusnya  tak terkecuali warga, sehingga aktivitas negatif ini dapat diberantas,” tandasnya. (247)