Camat dan Kades Kecamatan Pelabai Dipanggil Terkait Dugaan Pungli ADD dan DD

BengkuluPELABAI,Bengkulu Ekspress – Dalam waktu dekat Inspektorat Daerah (Ipda) Kabupaten Lebong bakal memanggil Camat Pelabai dan Kepala Desa (kades) di Kecamatan Pelabai Kabupaten Lebong, terkait dugaan pungutan liar (Pungli) Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Hal ini setelah Wakil Bupati (Wabup) Lebong beberapa waktu lalu meminta Ipda untuk memastikan kebenaran SMS atau pesan singkat yang beredar beberapa waktu lalu di Pemerintahan Desa Kecamatan Pelabai, dengan ancaman melalui pesan singkat SMS dari orang tidak dikenal (OTD). Ancaman tersebut berujung pada pencekalan pencairan DD dan ADD kepada kades di Kecamatan Pelabai. Untuk itu, pihaknya akan untuk mencari tahu kebenarannya.

“Dalam waktu dekat ini kita akan memanggil camat dan kadesnya untuk dimintai keterangan. Dalam audit Investigatif, kedua belah pihak harus di konfirmasi terlebih dahulu secara terpisah. Ini dilakukan untuk meminimalisir fitnah,” tegas Inspektur Inspektorat Daerah (Ipda) Kabupaten Lebong, Tina Herlina.

Dikatakan Tina, jika memang nantinya terbukti kedapatan pungli, pihaknya tidak akan segan – segan untuk menerapkan peraturan pemerintah (PP) Nomor (No) 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jadi, Pungli itu sebenarnya masuk dalam kategori pelanggaran berat. PP 53 mengamanahkan hukuman disiplin berat berupa penundaan kenaikan pangkat dan yang paling berat adalah pemecatan sebagai PNS. Tapi, itu baru bisa diputuskan oleh tim terpadu, bukan hanya inspektorat. Dengan kata lain, ada banyak OPD yang terlibat dalam tim untuk memutuskan itu,” ujarnya.

Tak hanya itu, hasil ini juga akan di laporkan nantinya kepada Lebong yang sebelumnya telah memerintahkan pihaknya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
“Nanti hasilnya akan kita serahkan kepada Pak Wabup,” demikian Tina.

Terpisah, Kades Tik Teleu, M Yuzier Hosen mengakui, jika dirinya mendapatkan SMS ancaman tersebut. Bahkan, ia telah bekordinasi dengan para kades dan pimpinan daerah mengenai ancaman yang diduga dari pihak kecamatan tersebut.

“Kita bersama kades yang lainnya akan melaporkan kejadian ini kepada bapak bupati. Kita tidak mau nantinya pembangunan desa jadi terhambat karena persoalan seperti ini. Yang jelas, kita ingin pembangunan desa lebih baik, sesuai dengan visi – misi Bupati – Wakil Bupati Lebong,” singkat Hosen.(777)