Calon Peserta UN SD & SMP, 4.658 Siswa

KEPAHIANG, BE – Sebanyak 4.658 siswa SD dan SMP se-Kepahiang siap mengikuti Ujian Nasional (UN) 2011/2012 pada April mendatang. Kepastian itu ditetapkan setelah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kepahiang melakukan pendataan.
Kepala Dinas Dispora melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Drs H Holil menyampaikan pihaknya sudah merampungkan persiapan menghadapi UN 2011/2012. Diantaranya melakukan beberapa tahapan seperti pendataan calon peserta ujian oleh pihak sekolah.
Dalam tahapan tersebut diketahui ada 4.658 siswa yang terdaftar sebagai peserta ujian. Dari jumlah itu 2.454 siswa di antaranya dari SD/MI Negeri maupun Swasta dari sebanyak 104 sekolah dan untuk siswa SMP/MTS Negeri dan Swasta berjumlah 2.204 siswa dari 39 sekolah.

“Untuk peserta UN tahun 2012 ini sebanyak 4.658 siswa yang berasal dari siswa SD dan SMP baik sekolah negeri dan swasta di Kepahiang,” katanya. Pendataan peserta UN ini sendiri dilakukan guna mencegah terjadi kesalahan dalam pelaksanaan UN yang diprediksikan akan diselenggarakan pada bulan April mendatang. Dimana setelah diketahui jumlah peserta UN pihak Dispora sendiri selanjutnya akan melanjutkan tahapan dengan mencetak kartu ujian bagi siswa. “Untuk seluruh siswa SD dan SMP di Kepahiang sudah terdata semuanya sehingga masuk sebagai peserta UN. Tahap selanjutnya tinggal mencetak kartu ujian,” ujar Holil.

Terpisah, Kadis Dikpora, Mansori, SH, MH saat dikonfirmasi membenarkan bahwa untuk beberapa tingkatan sekolah sudah dilakukan, hanya saja untuk tingkat SMA/MA sederajat belum terselesaikan karena beberapa waktu lalu ada MA di kabupaten Kepahiang ini datanya belum selesai. “Tapi yang jelas dari data tersebut nantinya yang akan dijadikan Data Nominasi Tetap (DNT) peserta UN. Besar kemungkinan beberapa hari ini untuk tingkat SMA/MA sederajat juga terselesaikan,” kata Mansori. Berdasarkan jadwal, lanjut Mansori, besar kemungkinan kalangan siswa akan menghadapi UN bulan April mendatang, dengan begitu sejak Desember lalu pemuktahiran data UN ini sudah dilakukan oleh pihaknya, sehingga nantinya UN itu sendiri siap dilakukan. “Pada dasarnya pemuktahiran ini penting dilakukan agar kesalahan dalam pelaksanaan UN sejak dini bisa dicegah. Terlepas dari hal itu dengan dilakukannya pemuktahiran data maka UN siap dilaksanakan,” demikian Mansori.(505)