Caleg PDIP Harus Bebas dari Narkoba

BENGKULU – Meskipun Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 masih menyisakan waktu sekitar 1,5 tahun lagi. Namun sejumlah partai politik (Parpol) telah gencar membuka pendaftaran calon legislatif yang akan diusungnya. Salah satunya seperti dilakukan PDIP yang sejak beberapa waktu lalu telah menjaring kandidat yang akan menggunakan partai binaan Megawati itu.
Pendaftaran calon legislatif dari PDIP harus memenuhi beberapa syarat, yakni bebas dari narkoba dan HIV/AIDS. Kedua syarat ini harus dibuktikan dengan surat resmi dari pihak yang berwenang. Selain syarat tersebut juga ada syarat lainnya yakni wajib satu ideologi dengan PDIP, lalu memiliki komitmen yang kuat terhadap partai dalam memperjuangkan aspirasi rakyat serta mengikuti psikotes yang diadakan oleh DPD PDIP.
“Jika memenuhi persyaratan itu, masyarakat umum pun juga bisa menjadi Caleg dari PDIP,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bengkulu, Hj Elva Hartati SIP MM.
Ia menjelaskan, persyaratan tersebut bukan hanya diterapkan oleh DPD PDIP di Provinsi Bengkulu, akan tetapi diberlakukan se-Indonesia.  Hal ini dilakukan demi mendapatkan calon legislatif dari PDIP yang bebas dari masalah ketika telah menjadi sebagai anggota legislatif, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun RI.
“PDIP benar-benar menginginkan calon legislatif yang berkepribadian baik dan tidak terlibat kasus Narkoba dan menderita HIV/AIDS.  Itu merupakan syarat mutlak dan wajib diikuti jika ingin menjadi caleg yang diusung PDIP,” lanjutnya.
Menurut mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 ini, ujian psikotes tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2013 mendatang, yang wajib diikuti oleh semua Caleg dari PDIP dari jalur umum.  Sedangkan tahap yang pertama sudah dilakukan beberapa minggu lalu di STIA yang diikuti oleh kalangan internal partai PDIP.
“Sekarang ini kami tidak bisa sembarangan merekrut bakal calon, karena PDIP adalah partai yang memiliki ideologis dan komitmen mencapai Indonesia yang sejahtera, dan itu harus dimulai dari proses perekrutannya dulu, apalagi ini adalah menyangkut psikologi dan tingkat kejiwaan seorang bakal Caleg,” imbuhnya. (400)