Caleg DPR RI Eko P Sandjojo Mulai Gerilya


ist/Bengkulu EkspressPOLITIK: Caleg PKB Eko P Sandjojo mendatangi Sekretariat Bersama (Sekber) sahabat eko di Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu pada Jumat (5/4).

Ambil Cuti Sebagai mendes PDTT

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Calon legislatif (Caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bengkulu dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan nomor urut 1, Eko P Sandjojo mendatangi Sekretariat Bersama (Sekber) sahabat eko di Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu pada Jumat (5/4).

Di Sekber ini, Eko P. Sandjojo mengecek persiapan alat peraga kampanye (Algaka) seperti Baliho, spanduk, baju, stiker dan algaka lainnya. Selain itu, Eko P. Sandjojo mengapresiasi kinerja para relawan yang turut bersama-sama berjuang untuk dirinya dalam merebut kursi DPR RI dan memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019.



“Saya salut dengan kerja para relawan,” kata Eko P. Sandjojo yang kedatangannya didampingi oleh istri tercintanya Srimega Darmi Sandjojo dan ditemani Caleg DPR RI Dapil Bengkulu dari PKB dengan nomor urut 3 yakni Dewi Paramita.

Kedatangan Eko P. Sandjojo yang dikenal sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini ke Dapilnya dalam rangka persiapan kampanye terbuka yang dilaksanakan pada minggu (7/4) di Muko-muko. Oleh karena itu, dirinya mengambil cuti dalam kegiatan tersebut.

Maju sebagai Caleg DPR RI, Eko P Sandjojo berjanji akan berjuang merebut program-program dari pemerintah pusat yang salah satunya yakni Infrastruktur agar tidak direbut daerah lain yang dinilai sudah lebih maju.”Oleh karena itu, saya nanti akan terus berjuang ke sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, BUMN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membantu memastikan bahwa infrastruktur dibengkulu diperhatikan dan program-programnya tidak direbut oleh daerah-daerah lain di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa terdapat program-program dari 19 kementerian kabinet kerja untuk ke desa nilai totalnya sekitar 560 triliun. Sehingga, perlu ada perjuangan untuk terus aktif melaporkan, agar dana-dana dari pusat itu tepat kepada yang benar-benar membutuhkan. “Karena penting informasi ini supaya diperjuangkan agar dana-dana tersebut bisa tepat sasaran. Jangan desa-desa maju mendapat program dan desa-desa sangat tertinggal malah tidak mendapatkan program,” katanya. (rl)