Cakra Khan Paling Jatuh Cinta Pada Yohana

cakra-khanCakra Khan, pelantun Harus Terpisah ini ternyata sudah memiliki jago di X Factor.  Pria kelahiran Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat pada tanggal 27 Februari 1992 tersebut menyatakan bahwa dirinya sebenarnya punya jagoan. ”Jagoan saya Yohana dan Fatin,” ujar mahasiswa semester 6 di STIMB (Sekolah Tinggi Musik Bandung) Jurusan Seni Vocal ini.

Namun kemudian, ia menambahkan bahwa ia juga menjagokan Agus, Isa Raja dan beberapa peserta X Factor lainnya.

Mendengar jawaban yang tidak fokus tersebut, sang presenter Robby Purba langsung minta Cakra Khan untuk to the point. ”Jadi siapa yang paling membuat kamu jatuh hati,” tanya Robby Purba.

Dengan tegas pemilik wajah tampan manis ini dan bernama lengkap Cakra Konta Paryaman ini mengaku, ”Yohana.”

Cakra Khan mengaku semua peserta X Factor bagus-bagus dan memiliki karakter vokal yang sangat kuat. ”Semua bagus-bagus,” ujarnya sambil melepas senyum manisnya.

Sayang kendati mendapat dukungan Cakra Khan, Yohana harus masuk ke save me song. Pasalnya, Yohana bersama Isa Raja merupakan 2 peserta X Factor dengan dukungan SMS terkecil.

Yohana Percaya Diri

Tidak dimungkiri, kondisi fisik yang tidak sempurna membuat sesorang merasa rendah diri. Pengalaman ini yang kerap melanda mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Brawijaya (UB) Malang, Yohana Febianty Hena.

Yohana kehilangan penglihatannya sejak lima tahun silam. Dengan keterbtasan fisik yang dimiliki, dia kerap merasa minder dalam pergaulan, baik di kampus maupun saat berkompetisi dengan para finalis X-Factor Indonesia lainnya.  “Awalnya minder tapi lama-kelamaan enggak karena teman-teman dukung. Di kompetisi minder juga. Untuk mengatasi minder, saya selalu ingat mama dan semua yang mendukung. Jadi harus percaya diri,” kata Yohana.

Menurut penggemar Tantri Kotak dan Olga Syahputra itu, tantangan terberat yang harus dialami sepanjang hidup adalah menerima kenyataan jika dia mengalami kebutaan. Namun, dukungan orang-orang terdekat membuat Yohana bangkit dan kembali melanjutkan hidup.

“Awalnya saya bisa melihat. Pada 2008, baru saya sakit. Sekitar 2009, saya mulai bangkit. Sangat sulit untuk menerima perasaan dari bisa lihat ke enggak. Tapi saya membesarkan diri, berlapang dada, menerima keadaan, dan kembali bersosialisasi dengan teman-teman walaupun kondisi saya seperti ini,” tutur dara yang bercita-cita menjadi seorang guru itu.

Dukungan kepada Yohana pun terus mengalir, terutama saat mengikuti kompetisi X-Factor Indonesia. Bahkan, pihak kampus pun memberikan dukungan dengan rutin hadir di setiap acara X-Factor. “Alhamdulliah, semua dukung. Teman-teman, dosen, rektorat semua dukung. Tiap Jumat perwakilan mahasiswa Brawijaya datang sebagai bentuk dukungan,” papar Yohana.

Yohana menyebut, mengikuti kompetisi nasional sekelas X-Factor Indonesia merupakan kesempatan berharga yang patut disyukuri. Sehingga, apapun hasil kompetisi tersebut, dia mengaku akan tetap bersyukur. “Kalau tidak menang, tetap bersyukur sama Allah karena sudah dikasih kesempatan. Saya akan lanjutkan kuliah. Lagipula kalau tidak menang di X-Factor Indonesia, masih ada kesempatan lain. Anggap sebagai kesuksesan yang tertunda,” imbuhnya.(maf)