Cabuli Anak Majikan, Pemuda Sumbar Diamankan

BUDI/BE
Kasat Reskrim Polres Mukomuko menyampaikan terkait penangkapan terduga pencabulan.

MUKOMUKO, bengkuluekspress.com – Seorang pemuda insial MP (27)  warga Desa Tengah Padang Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dibekuk jajaran Polres Mukomuko bekerjasama dengan jajaran Polres Pesisir Selatan beberapa hari lalu. Sebab MP diduga sebagai terduga pencabulan dengan korban Kuncup (nama samaran) yang baru berusia 14 tahun warga Kabupaten Mukomuko. Kapolres Mukomuko, AKBP Andy Arisandi SH SIK MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Teguh Ari Aji SIK menyampaikan, kronologis kejadian bermula pada tanggal 15 Februari 2020 lalu. Pelaku inisial MP yang kesehariannya bekerja di rumah orang tua korban, membujuk korban melakukan hubungan badan. Pelaku mengaku akan bertanggungjawab jika korban hamil. Atas bujukan dan rayuan pelaku, korban pun rela disetubuhi pelaku. Bahkan dugaan persetubuhan itu sudah dilakukan pelaku sebanyak enam kali dari mulai bulan Februari hingga Juli 2020 lalu. Setiap usai melakukan persetubuhan, pelaku selalu mengatakan jangan sampai ada orang yang mereka lakukan tersebut.
“Pengakuan tersangka, kadang di rumah korban dan di rumah kosan teman pelaku,” jelasnya.

Aksi bejat yang dilakukan pelaku, akhirnya tercium oleh orang tua korban awal bulan Oktober lalu. Orang tua korban langsung membuatlaporan ke Polres Mukomuko. Namun pelaku sempat melarikandiri.
“Pelaku sempat melarikan diri, akhirnya berhasil kita ringkus di Pangasan Kecamatan Linggo Sari baganti Pesisir Selatan. Saat ini pelaku sudah kita amankan di tahanan Mapolres Mukomuko. Adapun barang bukti yang
diamankan, yaitu pakaian milik korban dan screenshot video saat pelaku menyetubuhi korban,” bebernya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D dengan Undang – undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan
anak dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara, atau denda sebesar Rp 5 miliar. (900)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*