Bus Masuk Jurang, 9 Warga Tewas

BINTUHAN, BE – Kecelakaan tragis terjadi di jalan lintas barat Sumatera Km 329, perbatasan Kabupaten Lampung Barat dan Kaur, kemarin (14/9). Tepatnya antara Desa Puguk Tampak dan Desa Tebing Rambutan. Sebuah mini bus Isuzu ELF berpenumpang 20 orang terjun ke jurang sedalam 200 meter. Sembilan penumpang tewas, 11 penumpang lainnya selamat dengan berbagai luka.
Ke-9 penumpang tewas itu diketahui bernama Ono Watono (40) sopir mobil, Solohin (37), Wahidin (45),Sobarudin (40), Tasarudin (50),Kusra (50), Kuswara (60), Abdul (40) dan Mr X (belum diketahui identitasnya). Korban mayoritas mengalami luka patah hingga luka robek kepala dan dada.
Lokasi itu memang rawan kecelakaan. Kecelakaan semirip pernah terjadi 2008 lalu di lokasi yang berdekatan. Pada Desember 2008, bus PO Penantian Utama yang dicarter untuk acara pernikahan masuk ke jurang sedalam 61 meter di kawasan ini dan merenggut 12 nyawa penumpangnya
Dugaan sementara, rem mobil sewaan berwarna hitam Nopol E 7586 Y itu blong hingga mobil tak bisa dikendalikan saat berada di tebing curam dengan kemiringan 80 derajat. Proses evakuasi korban berjalan cukup sulit mengingat kondisi tebing yang terjal dan dalamnya dasar jurang. Pun begitu selama 5 jam semua korban berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Nasal, Kaur.
Data terhimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mobil yang berpenumpang 20 orang berangkat dari Kuningan Jawa Barat, Kamis (13/9). Tujuannya ke Kabupaten Kaur. Kesemua penumpang yang berasal dari Kuningan Jawa Barat itu.
Mereka merupakan tenaga kerja yang akan mengerjakan proyek pembangunan Gedung Perpustakaan di Taman Bhineka, Padang Kempas Kabupaten Kaur.
Ono (40) yang juga warga Kuningan Jawa Barat menjadi sopir mini bus naas tersebut sudah merasakan rem tak berfungsi normal. Kerusakan mulai terasa saat mobil melintasi desa Puguk Tampak Lampung Barat. Saat itu mobil berhenti sejenak untuk melakukan perbaikan.
Setelah itu mobil melanjutkan perjalanan. Ketika melintasi menikung menuruni tikungan tajam Tebing Batu, tiba-tiba rem mobil blong. Sopir mobil berusaha membantingkan setir ke kiri. Justru mobil makin kehilangan kendali.
Semua penumpang pun berteriak histeris. Mobil tergelincir dan terjun bebas ke jurang sedalam 200 meter. Sebelum mencapai dasar jurang, mobil berguling-guling hingga 6 kali. Mobil itu pun ringsek menghantam batu jurang dan tertimpa pohon roboh. Sementara penumpang ikut terjepit di dalam mobil.
Warga yang mengetahui kejadian mencoba memberikan bantuan. Polisi dari Polsek Nasal dan Polsek Pesisir Utara Lampung Barat ikut turun ke lapangan untuk mengevakuasi korban. Evakuasi tak berjalan mulus. Selain kondisi para korban yang memprihatinkan terjepit di antara kayu dan mobil. Jurang begitu dalam dan dipenuhi belukar pepohonan sehingga butuh proses untuk mencapai lokasi jatuhnya mobil. Korban yang paling sulit dievakuasi, Tasrudin. Ia terjepit di bawah mobil kemudian terkena himpitan kayu besar yang membuatnya terluka robek di mulut dan dada.
Kapolres Kaur AKBP Andi Kirnanda SH MH melalui Kapolsek Nasal AKP Iskandar SH mengatakan, semua korban sudah dilakukan evakuasi dan dibawa ke Puskesmas Nasal. Keluarga korban di Kuningan Jawa Barat sudah diinformasikan mengenai peristiwa naas tersebut. Namun untuk pengantaran mayat masih dikoordinasikan dengan Pemkan Kaur. “Korban tewas semuanya 9 orang. Satu orang diantaranya belum teridentifikasi. Soalnya tidak ada yang mengenalnya saat ditanyakan kepada korban yag selamat,” ucapnya. Sedangkan mobil masih berada di dasar jurang. Penanganannya akan diserahkan ke Mapolsek Pesisir Utara
Sementara itu Wabup Kaur Hj Yulis Sutri Suti mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar para korban dirawat secara intensif. Sedangkan pemulangan jenazah korban akan ditanggung Pemda semuanya. “Kita akan lakukan uapaya sebaik mungkin. Soal jenazah harus disegerakan namun menunggu keluarganya,’ jelasnya.(823)