Bus Dan Travel Layak Jalan

cek mobil angkutan mudik
ASRI/Bengkulu Ekspress
PERIKSA: Anggota Satlantas Polres Bengkulu Selatan memeriksa bus di terminal Gunung Ayu untuk memastikan angkutan umum tersebut layak jalan, Selasa (5/6).

KOTA MANNA BENGKULU SELATAN, Bengkulu Ekspress– Menjelang libur idul fitri atau paska idul fitri, dipastikan jumlah penumpang baik arus mudik ataupun arus balik akan melonjak. Oleh karena, itu, untuk memastikan mobil bus atau travel yang akan membawa penumpang layak jalan, anggota Satlantas Polres Bengkulu Selatan (BS) mengecek sejumlah kendaraan angkutan.

“Hasil pengecekan kami hari ini (kemarin red), semua angkutan di Bengkulu Selatan layak jalan,” kata Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kasat Lantas, AKP Kusman Jaya SH usai mengecek angkutan bus di terminal Gunung Ayu, Selasa (5/6).

Kusman mengatakan, semua mobil yang akan berangkat kemarin langsung diarahkan masuk ke terminal Gunung Ayu, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pihaknya langsung mengecek kondisi mobil, mulai dari stir, ban, dan juga perlengkapan lainnya.

“Kami hanya menemukan satu mobil yang lampu sen nya mati, kemudian pengemudinya langsung kami perintahkan memperbaikinya,” ujarnya.

Kurman menjelaskan, adanya pengecekan ini, untuk memastikan mobil tersebut tidak mengalami kendala saat dalam perjalanan. Sebab, jika mobil tidak layak jalan, dikhawatirkan, dalam perjalanan mengalami kecelakaan dan bisa berakibat patal bagi penumpang. “ Kami tidak ingin suasana idul fitri ini, ada hal-hal yang tidak diinginkan dialami para penumpang yang ingin mudik atau balik,” ujar Kusman.

Ditambahkan Kusman, selain itu, rem mobil juga dicek. Sehingga jika ada kendala dalam perjalanan rem bisa difungsikan. Sebab rem sangat penting. Pasalnya, jika rem blong, maka kendaraan bisa mengalami kecelakaan. “Rem juga kami minta para sopir agar dipastikan berfungsi dengan baik,” imbuhnya.

Kusman juga mengimbau para sopir untuk selalu waspada saat dalam perjalanan. Dirinya juga meminta agar sopir fokus dan jika mengantuk dapat berhenti hingga segar kembali. Sebab, sopir yang ngantuk, tidak akan mampu fokus, akhirnya dapat mencelakai penumpang. “Sopir juga harus jaga kesehatan, jika ngantuk sebaiknya berhenti jangan dipaksakan tetap jalan, sopir harus mengutamakan keselamatan para penumpang,” demikian Kusman. (369)