Bursanudin, Penderita Tumor Ganas

Belum Dioperasi, Tumor Makin Besar

Kami dapat bantuan biaya dari masyarakat dan pemerintah, Alhamdulillah bapak saya bisa berangkat untuk operasi di Jakarta," kemarin (8/2). Hanya saja, setelah sampai di RS Darmais, bapaknya tidak langsung menjalankan operasi. Namun menurut pihak RS Darmais harus menunggu orang tuanya mengikuti masa pemulihan dan itupun diikuti hingga pasien bisa makan dan duduk sendiri.
Kami dapat bantuan biaya dari masyarakat dan pemerintah, Alhamdulillah bapak saya bisa berangkat untuk operasi di Jakarta,” kemarin (8/2). Hanya saja, setelah sampai di RS Darmais, bapaknya tidak langsung menjalankan operasi. Namun menurut pihak RS Darmais harus menunggu orang tuanya mengikuti masa pemulihan dan itupun diikuti hingga pasien bisa makan dan duduk sendiri.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Semenjak diberangkatkan dan masuk Rumah Sakit (RS) Darmais, Jakarta Pusat pada tanggal 29 Januari 2018 yang lalu, penderita tumor ganas Bursanudin (48) warga Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong, hingga saat ini belum juga di operasi. Sementara kondisi tumor yang ada di bagian muka sudah sangat besar.
Riandeska, anak dari Bursanudin mengatakan, sejak banyak masyarakat Lebong dan masyarakat Provinsi Bengkulu memberikan bantuan biaya untuk membawa orang tuanya berobat ke Jakarta, mereka sangat berbahagia dan banyak mengucapkan terima kasih.

“Kami dapat bantuan biaya dari masyarakat dan pemerintah, Alhamdulillah bapak saya bisa berangkat untuk operasi di Jakarta,” kemarin (8/2).
Hanya saja, setelah sampai di RS Darmais, bapaknya tidak langsung menjalankan operasi. Namun menurut pihak RS Darmais harus menunggu orang tuanya mengikuti masa pemulihan dan itupun diikuti hingga pasien bisa makan dan duduk sendiri.

“Tetapi setelah 10 hari masuk RS Darmais, bapak kami sudah selesai dalam pemulihan, malah pihak RS Darmais meminta agar bapak saya mencari rumah singgah atau kosan karena pihak RS menunggu bapak saya pulih padahal bapak sudah pulih dan stabil,” sampainya.
Bursanudin yang ditemani istri dan dua orang saudaranya harus menempati rumah singgah yang mana itu menggunakan biaya. Sementara harus bolak-balik ke RS hanya untuk mengganti perban.

“Bolak balik hanya untuk mengganti perban luka bapak, sementara yang membersihkannya ibu saya. Sementara uang sudah mau habis, jadi bagaimana kejelasan orang tua saya,” tanyanya.
Sementara tumor yang belum di operasi semakin lama semakin membesar. Bahkan sudah sampai ke telinga dan dilihat sudah menembus di bagian dalam mulut.
“Apa karena kami orang tidak mampu yang menggunakan BPJS, jadi kami tidak dilayani seperti orang-orang kaya yang mudah mendapatkan pelayanan,” ucapnya.(614)