Buron 8 Bulan Pelaku Curanmor Diamankan

4. RIZKY/Bengkulu EkspressPelaku curanmor 4 TKP berinisial MZ berhasil dibekuk Tim Buser Sat Reskrim Polres Bengkulu

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pelarian terduga pelaku curanmor berinisial MZ (23) warga Desa Jambu, Kecamatan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah, selama 8 bulan akhirnya berakhir. Dia berhasil dibekuk Saat Tim Buser Sat Reskrim Polres Bengkulu. Selama menghilang terduga pelaku melarikan diri ke Pekanbaru.

Kapolres Bengkulu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prianggodo Heru Kunprasetyo SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Indramwan Kusuma Trisna SIK mengatakan,Saat Tim Buser Sat Reskrim Polres Bengkulu mendapatkan informasi tersangka sudah kembali ke desanya, tim Buser langsung melakukan penangkapan. Terduga pelaku sempat melakukan perlawanan dan melarikan diri saat hendak ditangkap.

Tindakan tegas dan terukur langsung dilakukan petugas menghadiahi timah panas dibagian kaki kiri pelaku.”Pelaku sempat melakukan perlawanan dan melarikan diri, kita ambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku,” jelas Kasat Reskrim, Rabu (18/6).

Lebih lanjut Kasat Reskrim mengatakan, terduga pelaku terlibat pencurian satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR milik Dadang Harsono, warga Kecamatan Taba Penanjung di halaman parkir RSJKO Suprapto, Kota Bengkulu bulan November 2018. Saat beraksi terduga pelaku tidak sendirian bersama dengan Haryono Sismanto (sudah divonis dan menjalani hukuman di Lapas Bengkulu).

Seperti pelaku curanmor pada umumnya, terduga pelaku mencuri sepeda motor dengan cara merusak kunci setang menggunakan kunci T. Saat hendak membawa lari sepeda motor ke Kecamatan Taba Penanjung, pelaku Haryono tertangkap warga sementara pelaku MZ berhasil melarikan diri. “Pelaku ini bukan hanya berdua, tetapi ada dua orang temannya lagi belum kita tangkap,” imbuh Kasat Reskrim.

Dari pengakuan tersangka MZ, sudah sekitar 4 kali dirinya melakukan aksi curanmor. Setiap melakukan aksi curanmor satu unit sepeda motor dijual Rp 2 juta. Biasanya mereka beraksi jika ada warga yang pesan sepeda motor untuk digunakan ke kebun. “Duitnya aku pakai kebutuhan sehari-hari, biasonyo ada orang mesan untuk motor kebun terus kito baru nyari target,” jelas MZ yang berperan sebagai pemetik motor curian tersebut.(167)