Bupati: Tingkatkan Pelayanan Pendidikan

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Bupati Bengkulu Utara (BU) Ir H Mian melakukan penekanan kepada seluruh seluruh Kepala Sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara, untuk lebih meningkatkan pelayanan pendidikan baik secara kualitas, kuantitas serta sarana dan prasrana. Hal ini disampaikan Bupati Bengkulu Utara  Ir H Mian saat menghadiri kegiatan halal bihalal Musawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Bengkulu Utara  di Gedung Balai Ratu Samban, kemarin (17/6).

“Ya terkait dengan pelayanan pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara, saya tekan kepada seluruh kepala sekolah untuk lebih ditingkatkan lagi,” kata Mian.

Mian menambahkan, meskipun dalam secara kualitas dan kuantitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara  saat ini bagus, akan tetapi pasti masih ada banyak kekurangan di sana-sini, mulai dari infrastruktur, kompetensi gurunya hingga kekurangan tenaga guru. Untuk itu pemerintah berupaya untuk melengkapi semua kekurangan tersebut, karena Kabupaten Bengkulu Utara  cukup luas dan banyak jumlah sekolah, tapi harus tetap menjadi yang terbaik di Provinsi Bengkulu dalam pelayanan pendidikan.



“Kita tidak pernah puas, meski saat ini secara kualitas dan kuantitas pelayanan pendidikan di Kabupaten BU bagus, tapi masih banyak kekurangan disana-sini, saya selaku pemerintah berupaya terus untuk melengkapi semua kekurangan tersebut, agar menjadi yang terbaik di Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.

Selain itu, Mian menyampaikan, dalam penerapan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019/2020 untuk sekolah di bawah jajaran Dinas Pendidikan Bengkulu Utara  diminta adanya pemerataan. Baik dari segi jumlah siswa, kualitas siswa dan persamaan nilai kompetisi yang sama antar sekolah, serta meminimalisir jarak tempuh siswa dalam menempuh pendidikan. “Tahun ini sistem zonasi masih kita terapkan dan semoga bisa lebih baik dibanding tahun-tahun kemarin, sehingga prestasi siswa bisa terbagi secara merata disetiap sekolah,” ujarnya

Lebih lanjut Mian meminta jangan sampai dalam sistem zonasi ini masih terdapat permainan untuk menitipkan anaknya atau masuk lewat jalur khusus. Hal ini akan menciderai hito dari penerapan sistem ini. Menurutnya, dengan adanya sistem zonasi ini tidak akan ada lagi istilah untuk sekolah favorit karena penerapan zonasi ini akan dilakukan secara adil dan diberlakukan sama. “Jangan sampai saya mendengar masih ada sekolah yang menerapkan zonasi, tapi masih membuka permainan dengan menerima siswa yang tidak memenuhi syarat utama dari penerapan sistem ini,” tukasnya.(127)