Bupati Sidak Pembangunan

RSUD Ajukan Adendum

CURUP, BE – Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Afni Sardi MM, Kabid Perindustrian dan Perdagangan, pada Dinas Koperasi, UKM, Perindag Hasmir, SH, Selasa kemarin (4/12) melakukan Sidak ke sejumlah kegiatan pembangunan fisik yang sedang berlangsung di Kabupaten Rejang Lebong.

Kunjungan bupati diawali dengan mengecek langsung pembangunan kantor Kecamatan Curup Tengah di Kelurahan Batu Galing, pembangunan gedung tahap III RSUD Curup, kegiatan pembangunan gedung Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Jalan Merdeka Curup, pembangunan gedung Puskesmas Curup di lapangan Setia Negara, pembangunan Pasar DE Curup, pembangunan jembatan Musi di Desa Talang Benih, serta meninjau pembangunan kantor Camat Bermani Ulu Raya, dan pasar tradisional di Desa Kampung Melayu Kecamatan Bermani Ulu.

Disela kunjungannya, bupati meminta para kontraktor dan tukang yang sedang melakukan kegiatan pembangunan untuk bisa menuntaskan pekerjaan mereka sebelum akhir tahun 2012.  Bupati bahkan berdialog langsung dengan kontraktor dan para pekerja bangunan terkait kendala dalam pekerjaan yang mereka lakukan.

“Saya ingatkan pekerjaan harus baik, jangan ada masalah diakhir pekerjaan. Selain itu harus tepat waktu, jangan terlambat,” pinta bupati kepada para pekerja.

Selain itu, terkait pembangunan RSUD Curup tahap ke-III, Deputi Pengembangan RSUD Curup dari PT Nindia Hendro dalam laporannya, menyampaikan perpanjangan waktu (adendum) untuk menyelesaikan basemen senilai Rp 10,3 Miliar yang saat ini dikerjakan. “Kendalanya, kita harus benar-benar membuat pondasi dasar bangunan yang cukup kuat, agar kegiatan pembangunan lanjutan lantai 2 dan 3 tetap bisa bertahan baik,” terang Hendro.

Karena itu pekerjaan yang seharusnya selesai di pertengahan Desember 2012, diperpanjang hingga 31 Desember 2012.  Bupati kembali mengingatkan penanggung jawab pekerjaan bisa menyelesaikan pekerjaan mereka secara baik dan tepat waktu.

“Kita bersyukur, pembangunan yang kita lakukan merupakan kucuran dana pusat, baik itu pembangunan rumah sakit, kantor camat dan Pukesmas, sehingga tidak membenankan anggaran daerah. Kalau dibebankan kepada APBD saja, jelas kita tidak bisa membangun RL ini,” tegas bupati.

Hingga tahun 2013, bupati menargetkan pembangunan gedung Puskesmas Tunas Harapan yang hangus terbakar, Puskesmas Bangun Jaya sehingga beberapa Puskesmas diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat. “Kalau bisa semi rumah sakit, artinya masyarakat juga bisa rawat inap dan mendapatkan pelayanan kesehatan membantu rumah sakit. Kita harus pikirkan ke depan perkembangan masyarakat akan semakin banyak, sehingga menuntut pelayanan kesehatan yang baik,” ujar bupati.

Disinggung soal permintaan masyarakat, yang menginginkan pembangunan jalan lingkungan di beberapa titik yang belum tersentuh pembangunan, bupati mengakui hal itu.  “Jalan tetap jadi prioritas, karena jalan merupakan infrasktruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Hanya saja jelas harus berharap karena keterbatasan anggaran. InsyaAllah hingga penghujung jabatan saya jadi bupati, kita akan bangun jalan yang menjadi priotitas kebutuhan masyarakat,” tegas bupati. (999)