Bupati Setujui Pasar Ampera Jadi PTM

Tapi PAD Harus Naik 100 Persen

IST/BE: Bupati BS setuju pasar Ampera ini dijadikan PTM dengan syarat PAD meningkat 2 kali lipat dari sebelumnya.
IST/BE: Bupati BS setuju pasar Ampera ini dijadikan PTM dengan syarat PAD meningkat 2 kali lipat dari sebelumnya.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Rencana Wicaksono Group yang ingin berinvestasi di Bengkulu Selatan (BS) dengan membangun Pasar Ampera menjadi pasar tradisional modern (PTM) mendapat lampu hijau dari Bupati Bengkulu Selatan, H Dirwan Mahmud SH. Bupati mengaku siap memberikan surat izin kepada Wicaksono Group merubah Pasar Ampera menjadi PTM dengan syarat, harus mampu menaikan pendapatan asli daerah (PAD).

“ Kalau pihak Investor (Wicaksono red) ingin membangun PTM di Pasar Ampera, silahkan namun harus menaikan PAD,” katanya.

Dirwan mengatakan, selama ini PAD dari pasar Ampera mencapai Rp 600 juta pertahun. Namun, jika dijadikan PTM, maka PAD harus meningkat 100 persen. Sehingga ada dampak positif dari pembangunan PTM.

“Saya minta PAD nanti Rp 1,2 M pertahun, jika dipenuhi akan saya izinkan,” ujarnya.

Dirwan menjelaskan, selama ini pedagang yang berjualan di Pasar Ampera, sudah lebih dari 1200 orang. Ditambah lagi saat ini aset pemda Bengkulu Selatan di pasar Ampera nilainya sudah ratusan Miliar. Sehingga dengan jumlah pedagang yang sudah ramai ditambah nilai aset yang sangat besar, maka pihak investor tidak akan kesulitan mengembangkan usahanya.

“ Pedagang saja sudah ribuan di pasar tersebut, saya tidak mau hadirnya investor ke Bengkulu Selatan tidak memberikan dampak positif bagi daerah,” tandas Dirwan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Bengkulu Selatan, Herman Sunarya SH MM mengatakan, saat ini, Wicaksono Group sudah mengajukan proposal ke pemda Bengkulu Selatan untuk membangun PTM di Pasar Ampera. Sebelum memberikan persetujuan, saat ini Pemda Bengkulu Selatan sedang melakukan penghajian terhadap proposal yang disampaikan pihak investor.

“ Proposalnya masih kami kaji, kemudian hasil kajian akan kami sampaikan ke Pak Bupati,” ujar Herman Sunarya. (369)