Bupati Seluma Ajak Saling Memaafkan

Bupati, pejabat dan masyaralat Seluma saat Salat Idul Fitri di Masjid Agung Baitul Falihin, Kamis (14/5).

TAIS,BE – Bupati Seluma Erwin Octavian SE bersama istri Herawati Erwin dan Wabup Drs Gustianto beserta istri melaksanakan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah berjamaah di Masjid Agung Baitul Falihin Kelurahan Pasar Tais. Pada kesempatan ini Bupati mengajal segenap masyarakat Kabupaten Seluma, untuk saling memaafkan.

“Selaku pribadi dan Bupati Seluma saya mengucapkan selamat Idul Fitri, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqabbal Yaqarim, mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan. Kedepan kita tetap saling bersinggungan, apa lagi selaku kepala daerah yang memiliki tanggung jawab besar,” ucap bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dihari yang Fitri. Agar kemudian, dalam kepemimpinannya dapat bekerja dengan baik dengan dukungan dari masyarakat banyak.

Dasar pelaksanaan Salat Idul Fitri ini Surat Edaran Menteri Agama Nomor 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 Disaat Pandemi Covid-19. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.

Bupati menambahkan, Salat Idul fitri kali ini sedang dalam suasana pandemi covid-19. Walaupun Kabupaten Seluma zona kuning, diharapkan warga selalu menjaga diri, keluarga dan masyarakat terhindar dari covid-19.

“Walaupun tujuan kita baik, tetapi kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan. Setelah solat, mari kita nikmati suasana lebaran di rumah saja,” kata Erwin.

Setelah Salat Id dilanjutkan dengan mendengarkan tausyiah dari Ustad H Nodi Herwansyah MPd. Ustad menyampaikan tentang hari kemenangan setelah puasa bulan Ramadan.

Pada lebaran kali ini, bupati, Wabup dan Sekda tidak menggelar open house. Hal itu karena kondisi pandemi Covid 19 yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan open house karena berpotensi menyebabkan kerumunan. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*