Bupati Minta PLN Atasi Gangguan Listrik

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Bupati Bengkulu Utara Ir H Mian mengundang pihak PLN Arga Makmur ke kantornya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengeluhkan listrik yang sering padam-hidup, kemarin (26/8). Bupati Mian didampingi Asisten I, II dan III ini menegaskan kepada pihak PLN agar permasalahan jaringan listrik ditangani dengan serius, jangan hanya dengan cengar-cengir saja.

“Sebenarnya akar permasalahannya saya sudah tahu, bahwa posisi maintenance. Gangguan jaringan yang disebabkan oleh pohon dan lainnya itu dibiarkan menunggu hingga numpuk, baru diperbaiki yang mencapai berbulan-bulan,” kata Mian.

Menurut Mian, hal ini tidak bisa dibiarkan. Sejatinya, pihak PLN tanggap atas permasalahan yang ada. Apalagi menyangkut jaringan listrik. Pihak PLN juga tidak etis menyalahkan masyarakat atas gangguan jaringan tersebut, terlebih lagi menyalahkan masyarakat yang mempersulit PLN dalam melakukan perawatan jaringan.



Masyarakat tentunya jika diberikan sosialisasi dengan baik, pasti akan mengerti dan tidak akan mempersulit. “Jelas masyarakat marah dan terkesan mempersulit PLN dalam membersihkan jaringan, karena pihak PLN tanpa koordinasi dan sosialisasi melakukan pembersihan. Nggak mungkinlah, datang ujuk-ujuk bawa mesin pemotong mau melakukan pemotongan tanpa memberi tahu sebelumnya, wajar saja kalau marah. Semestinya kalau diberikan sosialisasi dan melibatkan masyarakat untuk bekerja, tentunya nggak akan ada misskomunikasi antara PLN dan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mian pun menegaskan PLN agar dalam membersihkan jaringan itu melibatkan masyarakat. Mengingat, ini menyangkut dengan harta milik masyarakat yakni tanam tumbuh yang berada di titi-titik jalur jaringan PLN yang dilewati.
Tentunya menurut Mian, pihak PLN memiliki dana untuk ganti rugi tanam tumbuh masyarakat, itu diminta direalisasikan. Atau minimal ada biaya yang dikeluarkan untuk pembersihan jaringan.

“Dana ganti rugi kan ada, ya harus direalisasikan lah. Atau, minimal melibatkan masyarakat membersihkan jaringan ia diberikan upah. Tidak mungkinlah, mempekerjakan orang hanya dibayar dengan air liur saja,” sampainya.

Bupati Mian pun menghimbau, agar pihak PLN Arga Makmur memperbaiki komunikasinya, karena ia menilai pihak PLN kurang komunikasi. Pasalnya, dalam beberapa tahun ini, pihak PLN tidak pernah berkoordinasi dengan Pemkab BU, sehingga pihaknya menganggap pihak PLN tidak memiliki masalah.

“Permasalahan tanam tumbuh atas jaringan listrik, menurut saya pihak PLN kurang komunikasi. Karena saya perhatikan dalam beberapa tahun ini tidak ada laporan. Sementara kalau perusahaan lain, kerap berkoordinasi. Sejatinya, kalau ada masalah dikoordinasikan ke Pemda agar dapat dibantu. Ini dua, tiga tahun belakangan ini tidak ada koordinasi, jadi kita menganggap tidak ada masalah dengan PLN,” jelasnya.

Ia meminta agar PLN dalam seminggu ini memberikan laporan seperti apa permasalahannya. “Seharusnya dibuat peta, kalau ini memang permasalahannya, saya minta dalam minggu ini dibuatkan laporannya. kita tidak mungkin mengumpulkan kades atau camat. Ini menurut saya, segera dilaksanakan jangan sampai nanti posisinya ada yang mati lampu, justru masyarakat yang menjadi kambing hitam menjadi penghambat. Padahal kenyataannya, akibat tidak dipeliharanya jaringan atau terjadi overload,” jelasnya.

Untuk diketahui, rapat yang digelar di ruang kerja Bupati Bengkulu Utara Ir H Mian ini selain dihadiri 3 orang Asisten Setdakab BU, juga menghadirkan pihak PLN Bengkulu Utara.(127)