Bupati Lepas Peserta POSPEDA

KEPAHIANG, BE – Sebanyak 88 atlet peserta Pekan Olahraga Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Daerah (POSPEDA) dari Kepahiang, kemarin diberangkatkan oleh Bupati Dr Drs H Bando Amin C Kader MM. Pelepasan digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepahiang.
Menariknya, dalam pelaksanaan pelepasan para atlit tersebut, bupati sangat mensayangkan tidak ada dukungan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dalam hal ini Bagian Pemuda dan Olahraga Dikpora Kepahiang. Ini karena keberangkatan 88 atlet peserta POSPEDA ini sangat minim anggaran.
“Seharusnya, Dikpora melalui Bidang Pora harus lebih memperhatikan para-para atlit yang berprestasi yang membawa nama daerah kita. Seperti ini, anak-anak berangkat dengan dana yang minin, kita haraplah kedepannya Bidang Pora ini lebih aktif dan memperhatikan para atlet berprestasi, ini para peserta siap, harus didukung,” ujar Bando.
Sebelumnya, disampaikan Kakan Kemenag Kepahiang Drs H Paimat Solihih MHI jika keberangkatan para peserta POPESDA ini sangat minim biaya, lantaran tidak ada dukungan dari Disdikpora.
“Kegiatan ini dari Diknas Provinsi Bengkulu, memang kita sudah koordinasikan mengenai biaya para atlet, namun tidak diakomodir oleh pihak terkait, ya, bagaimana caranya agar para peserta ini bisa membawa nama Kabupaten Kepahiang dan membawa juara umum pada POPESDA ini,” ujar Paimat.
Dikatakan Paimat, keinginan ini dirintis lantaran siswa-siswi Pondok Pesantren di Kepahiang sebagian berprestasi dibidang olahraga. “Namanya kita merintis, namun kita optimis dengan prestasi yang dimilki oleh para peserta dibidang olahraga dalam hal ini, siswa pondok pesantren, kita Kemenag sangat, mendukung,” jelasnya.
Diketahui, jumlah kontingen yang mengikuti POSPEDA sebanyak 88 orang meliputi 9 tangkai olahraga yakni Senam santri sebanyak 16 orang, Pencak silat 19 orang, Atletik 8 orang, Bulutangkis 8 orang, Sepal Takraw 5 orang, Catur 6 orang, Lari 16 orang, Footsal 8 orang dan Tenis Meja 2 orang.
“Peserta yang mengikuti POPESDA terdiri dari siswa pesantren Darussalam dan Al-Munawarroh, sebenarnya ada yang dari Ponpes Al-Amin namun lantaran lomba pada tanggal 27 sampai 29 di Bengkulu, terpaksa tidak bisa mengikuti karena atletnya tengah Ujian,” demikian Paimat. (505)