Bupati Kembangkan Kopi di BS

Gusnan Mulyadi

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi SE MM mengaku Pemda BS akan berusaha mengembangkan produksi kopi di BS.

Dirinya mengaku untul lahan pengembangan kopi tersebut di kawasan hutan yang saat ini diusulkan untuk dialihfungsikan ke hutan kemasyarakatan.“Di Kawasan hutan yang akan dialihfungsikan itu nanti bisa kita jadikan lahan perkebunan kopi,” katanya.

Dikatakan Gusnan, adapun luas lahan yang saat ini sedang diusulkan untuk dialihfungsikan tersebut seluas 705, 23 hektar.

Yakni Hutan Lindung Bukit Mandara Desa Batu Ampar Kecamatan Kedurang untuk dialihfungsi ke APL seluas 109,56, Hutan Produksi Peraduan Tinggi Desa Bandar Agung untuk dialihfungsi ke APL meliputi Dusun Air Kiliran seluas 166,18 Ha dan Dusun Simpur seluas 24,98 Hektar, Hutan Lindung Bukit Riki Dusun Tanjung Tengah untuk dialihfungsikan ke APL seluas 70,13 Hektar dan Hutan Lindung Bukit Rabang untuk dialihfungsikan ke Tahura Air Geluguran seluas 334, 38 Ha.

“ Usulan sudah kita sampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan RI,”ujarnya.

Dijelaskan Gusnan, setelah nanti usulan disetujui, maka di lahan tersebut akan diarahkan warganya untuk menanam kopi. Sehingga perkebunan kopi di BS semakin luas dan hasil panennya semakin banyak.

Sehingga ke depan BS juga menjadi sentra produksi kopi di Provinsi Bengkulu ini.“ Kita berharap usulan alih fungsi tersebut bisa disetujui tahun ini,” beber Gusnan.Gusnan mengaku optimis usulan tersebut bakal disetujui pemerintah pusat.

Sebab di dalam hutan kawasan tersebut sudah ada daerah pemukiman, seperti daerah Air Kiliran dan Dusun Simpur. Untuk Trans Dusun Simpiur, Desa kayu Ajaran,Ulu Manna berada di Kawasan Hutan Peraduan Tinggi itu ada pemukiman warga Desa Kayu Ajaran, namanya Dusun Simpur.

Di Dusun Simpur sudah didiami 150 an warga yang sudah menetap. Mereka sudah menetap sejak tahun 1990 lalu. Lalu warga Air Kiliran Desa Bandar Agung ,Ulu Manna. Dikatakannya di Dusun Air Kiliran juga sudah didiami warga, bahkan usaha pertanian warga banyak di daerah ini.

Dusun Air Kiliran sudah ada sebelum Indonesia Merdeka. Saat ini penduduknya sekitar 70-an Kepala Keluarga. Tidak hanya itu di Dusun Air Kiliran juga sudah ada fasilitas umum seperti Masjid. Bahkan dahulu sudah ada bangunan SD Inpres.

“ Kalau alih fungsi tersebut disetujui, maka dapat memanafaatkan daerah tersebut selain untuk daerah pemukiman, juga untuk membuka usaha perkebunan,” terang Gusnan. (369)