Bupati Kaur Perintahkan Audit DD Pjs Kades

KUMPULKAN: Wakil Gubernur Bengkulu H Rosjonsyah, S.IP, M.Si bersama Bupati Kaur bersama Wabup Kaur saat mengumpulkan para camat usai paripurna HUT Kaur di halaman DPRD Kaur, Minggu (23/5).

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Usai menggelar HUT Kaur ke-18 Minggu (23/5), Bupati Kaur, H Lismidianto SH, MH dan Wakilnya Herlian Muchrim, ST, langsung bekerja dan mengumpulkan para camat. Hal ini terkait keluhan yang disampaikan oleh forum Kades karena banyaknya usulan penggantian perangkat yang disampaikan Kades tidak disetujui oleh camat di Kabupaten Kaur. Dalam pertemuan singkat yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Bengkulu H Rosjonsyah, S.IP, M.Si itu, bupati meminta sejumlah camat merespon permintaan Kades yang meminta persetujuan penggantian perangkat.

“Saya minta camat berikan respon, bagi desa yang ingin melakukan penggantian perangkat, perintahkan desa bentuk tim seleksi perangkat desa di masing masing desa, jangan terpaku kepada aturan yang baku, desa juga tidak mungkin memperkerjakan perangkat yang tak ada kemampuan,” sampai bupati di hadapan para camat, Minggu (23/5).

Dikatakan bupati, banyak perangkat desa yang terbentuk oleh Pjs Kades dan mereka sebagian tak sejalan dengan Kades yang baru terpilih. Sehingga hal ini juga tak bisa dipaksakan. Namun juga tak bisa dihalangi bila mereka ingin ikut seleksi perangkat desa. Sebab dalam mekanismenya juga pengangkatan mereka belum tentu sesuai dengan amanah undang-undang, jangan sampai camat malah tertekan dengan organisasi perangkat desa.

“Kinerja para Pjs juga bisa saja diragukan dalam pembangunan, sebab mereka bukan pilihan masyarakat, bila memang pembangunannya diragukan, silakan lalukan audit dana desanya,” tegas bupati.

Sementara itu, Wakil Gubernur H Rosjonsyah, S.IP juga menyoalkan terkait dengan keluhan itu. Dia meminta 15 camat yang hadir dalam diskusi ringan kemarin, untuk turun mendatangi desa-desa yang ada di kecamatannya. Lihat kondisi yang ada di desa, bila memang Kades menghendaki kalau perangkat yang sudah ada selama ini kinerjanya diragukan, berikan kesempatan untuk melakukan seleksi ulang, jangan sampai terjadi hal-hal yang malah menimbulkan perpecahan di desa.

“Jika camat langsung turun ke lapangan, lihat kondisnya, lakukan langkah terbaik jangan hanya berpangku tangan saja,” tandas Wagub. (618)