Bupati Hijazi Resmikan Jembatan Gantung

Ary/BE
Bupati Rejang Lebong saat meresmikan jembatan gantung yang dibangun Kementerian PUPR di Desa Lubuk Ubar Kecamatan Curup Selatan, Senin (15/2) sore.

CURUP, bengkuluekspress.com – Menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi SH MSi, Senin (15/2) ia menyempatkan diri untuk meresmikan jembatan gantung yang ada di Desa Lubuk Ubar Kecamatan Curup Selatan. Jembatan gantung tersebut adalah jembatan gantung yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pengerjaan sendiri dimulai tahun 2019 dan selesai pada tahun 2020 kemarin.
Dengan telah diresmikannya jembatan tersebut, Bupati Hijazi berharap agar masyarakat bisa menjaga dan memanfaatkan dengan baik jembatan yang telah dibangun oleh pemerintah pusat tersebut.
“saya harap masyarakat bisa menjaga dan merawatnya dengan baik, jangan sampai ada baut atau komponen lain yang hilang, karena bila jembatan ini rusak atau bahkan roboh masyarakat sendiri yang dirugikan,” pesan Hijazi.

Dengan telah dibangunnya jembatan tersebut, bupati menyampaikan terima kasihnya kepada kementerian PUPR, karena dengan adanya jembatan tersebut membuat akses masyarakat menjadi mudah sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.
Bahkan menurut bupati, hadirnya jembatan gantung tersebut membantu proses penyebaran penduduk Desa Lubuk Ubar ke daerah diseberang jembatan. Karena menurut Hijazi dari informasi yang ia terima sebelum ada jembatan hanya ada 5 KK yang bermukim diseberang jembatan, namun sejak jembatan tersebut berfungsi saat ini sudah 50 KK yang bermukim diseberang jembatan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR, karena hadirnya jembatan ini selain memudahkan masyarakat membawa hasil bumi juga meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Hijazi.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu, Ir M Diantoro Murod MM menjelaskan jembatan gantung tersebut memiliki panjang 84 meter dengan anggaran yang dikucurkan untuk pembangunannya lebih dari Rp 4 miliar.
“Ini merupakan hadiah didetik-detik terakhir masa jabatan pak bupati,” ungkap Diantoro.
Menurutnya, penyerahan jembatan tersebut baru dilaksanakan Senin sore kemarin, karena menurutnya proses administrasinya yang cukup lama, sehingga baru bisa diresmikan dan diserah terimakan kemarin.

Ia berharap kehadiran jembatan gantung yang berada di atas aliran Sungai Musi tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat Rejang Lebong khususnya masyarakat Lubuk Ubar dan Kecamatan Curup Selatan.
“Jembatan ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, kendaraan roda dua dan untuk kondisi darurat bisa digunakan kendaraan roda tiga, namun untuk kendaraan roda tiga tidak boleh setiap hari hanya untuk kondisi darurat saja,” pesan Diantoro.

Disisi lain, Ketua DPRD Rejang Lebong, Mahdi Husein SH yang juga hadir dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian PUPR yang telah membangun jembatan tersebut. Mahdi juga berharap jembatan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk masyarakat Rejang Lebong.
“Saya harap semua pihak bisa menjaga dengan baik jembatan ini, karena ini merupakan aset yang luar biasa,” pesan Mahdi.(251)