Bupati Berikan Bantuan

Penderita Hidrosefalus Segera Dioperasi

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Bupati Kaur Gusril Pausi SSos didampingi Kepala OPD terkait menyempatkan diri mengunjungi pasien yang menderita hidrosefalus yang sedang dirawat RSUD Kaur Desa Cahaya Bantin Kecamatan Semidang Gumay, Kamis (7/2). Dalam kunjungannya bupati memberikan bantuan dari Pemkab Kaur dan Baznas Kaur untuk biaya operasi atau pengobatan pasien yang rencananya akan dirujuk ke RS Harapan Kita, Jakarta.

“Kita prihatin dengan kondisi ini, makanya kita kunjungi dan memberikan bantuan alakadarnya. Tapi kita sudah titip pesan dengan orang tuanya untuk segera menyiapkan diri untuk berangkat ke Jakarta,” kata bupati usai mengunjungi pasien kemarin.

Dikatakan bupati, rencananya penderita hidrosefalus atas nama Badarwansya (18 bulan) warga Desa Ulak Agung Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) ini akan di bawa RS Harapan Kita Jakarta untuk nenjalani perawatan medis dan operasi lanjutan. Diketahui, bayi berjenis kelamin laki-laki kelahiran 19 Juli 2017 ini sebelumya pernah menjalani operasi di RSUD M Yunus Bengkulu. Namun penyakit yang dideritanya kembali kambuh dan kepalanya terus membengkak.

“Untuk seluruh biaya pemberangkatannya ditanggung pemerintah, kita sudah koordinasikan hal ini dengan Direktur RSUD Kaur, nanti akan dibawa ke Jakarta. Untuk biaya pengobatannya di Jakarta tentu menggunakan BPJS Kesehetan yang juga ditanggung oleh pemerintah,” terang bupati.

Ditambahkan bupati, ia berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali, sebab pengakuan pihak keluarga pasien memiliki gejala penyakit demikian sejak berumur empat bulan, namun pihak keluarga belum membawanya berobat lantaran belum ada biaya dan BPJS belum ada.

“Kalau terjadi hal seperti ini harus langsung dikoordinasikan ke petugas kesehatan, sehingga dapat ditangani secepatnya,” harap bupati.

Direktur RSUD Kaur, dr Ahmad Mufti juga menyampaikan, pasien yang menderita hidrosefalus itu dirawat di RSUD Kaur sudah lima hari ini. Menurutnya untuk operasi bayi ini harus dilakukan di RS Jakarta, dan rencananya dalam waktu dekat ini pihaknya akan merujuk bayi tersebut ke rumah sakit Harapan Kita Jakarta.

“Kita masih menunggu, tapi kita upayakan secepatnya di bawa ke RS Jakarta. Untuk biaya berobat atau operasinya tentu menggunakan BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah. Tapi untuk makan minum tadi bapak bupati sudah bantu sedikit,” jelasnya.

Sebelumnya, Badarwansya setelah terbaring lemas di rumahnya langsung dilarikan ke RSUD Kaur oleh Kapolres Kaur saat melakukan kunjungan ke rumah keluarga pada beberapa hari yang lalu. Ini lantaran Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat, SIK melihat kondisi yang bersangkutan yang terus sakit-sakitan sehingga langsung memanggil ambulance dan membawanya ke RSUD Kaur.



Paman pasien, Munandi (34) didampingi ayahnya Harmudin Sono (38) dan ibunya Elpiana (36) di hadapan awak media kemarin berharap mendapat bantuan penuh dari pemerintah. Sebab mereka hidup pas-pasan dan tak memiliki dana untuk berobat ke Jakarta. Sehingga dengan bantuan yang di berikan oleh pemerintah tentu hal ini sangat membantu pihak keluarga. “Sebelumnya sempat kita operasi di Bengkulu di bagian bedah syaraf kemudian setelah pulang kondisinya tak kunjung pulih, malah saat ini seperti yang anda lihat,” kata pamannya didampingi dua orang tuanya.

Sebelumnya bapak kandung korban yakni Harmudian Sono (35), mengaku terharu dengan kunjungan Kapolres dan sudah berinisatif membawa anaknya ke RSUD Kaur. Menurutnya anaknya Badarwansya ini menderita hidrosefalus sejak umur tiga bulan, dan telah menjalani pengobatan hingga beberapa kali di RSUD M Yunus Bengkulu, namun belum menunjukkan berubahan.

Sementara pembesaran pada bagian kepala terus bertambah, kedua orang tuanya belum mampu untuk membawa anaknya berobat ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lengkap, dikarenakan faktor ekonomi.  “Alhamdulillah sudah dikunjungi Kapolres dan juga sudah berkenan membawa anak saya ke RSUD Kaur,juga kepada bapak bupati saya ucapan terima kasih banya atas bantuannya. Harapan kami nantinya, anak kami ini mendapat pengobatan yang lebih baik sehingga benar-benar sembuh dari penyakitnya. (618)