Bupati Bengkulu Utara Setujui Usulan Pedagang


APRIZAL/BE
Bupati BU Ir H Mian didampingi Sekda BU Dr Haryadi SPd MM MSi bersama Kepala OPD terkait lainnya melakukan peninjauan kembali ke pasar Purwodadi, dihari pertama puasa, Selasa (13/4)

ARGA MAKMUR,bengkuluekspress.com – Terkait beberapa usulan aspirasi para pedagang yang menjadi korban kebakaran untuk kembali berjualan di kios dan lapak yang terbakar, tampaknya disetujui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) dalam hal ini Bupati BU, Ir H Mian. Namun untuk usulan aspirasi lainnya yakni meminta lokasi pasar kaget tidak dialihkan ke alun-alun, melainkan tetap didalam terminal seperti biasanya tidak disetujui. Karena lokasi tersebut sudah dilakukan titik nol untuk membangun kios dan lapak para pedangang yang menjadi korban kebakaran. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan BU, Suharlan MPd saat dikonfrimasi BE, Selasa (13/4).
Dimana sebelumnya Bupati BU Ir H Mian didampingi Sekda BU Dr Haryadi SPd MM MSi serta kepala OPD terkait lainnya meninjau langsung lokasi pasar di hari pertama puasa.
“Ya, untuk usulan para pedagang tetap berjualan dilokasi kebakaran pada dintinya diperbolehkan. Namun untuk usulan lainnya seperti perpindahan lokasi pasar kaget dari alun-alun ke dalam areal terminal tidak disetujui,”kata Suharlan.

Suharlan menambahkan, tidak dsetujui pasar kaget dipindahkan karena lokasi terminal pasar Purwodadi sendri sudah dilakukan titik nol untuk pembangunan kios dan lapak sementara para pedagang korban kebakaran. Sehingga tidak mungkin pasar kaget dpindahkan lagi.
“Karena lokasi terminal juga sudah dilakukan titik nol jadi tidak mungkin pasar kaget kita pindahkan kesini,”ungkapnya.

Lebih lanjut Suharlan menyampaikan, bahwa untuk pasar kaget sendiri pihaknya telah menyiapkan 134 lapak,yang berada di depan gedung Sahri Romli. Bagi para masyarakat atau pun pedagang yang ingin menjajakan makanan dan minuman di pasar kaget tersbut silahkan mendaftarkan diri ke pihak Dinas Perdagangan, karena lapak yang disediakan tidak dipungut biaya alias gratis.
“Kita siapkan sekitar 134 lapak, bila kurang nanti akan kita dirikan kembali,”tandasnya.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*