Bupati Bengkulu Utara Minta Kades dan Camat Berikan Pemahaman kepada Petani


APRIZAL/BE
Bupati BU, Ir H Mian saat memberikan arahan terkait permasalahan polemik program plasma.

ARGA MAKMUR,bengkuluekspress.com – Sebagai upaya pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) meyelesaikan permasalahan antara pihak petani plasma dan PT Sandabi Indah Lestari (SIL). Sebab program plasma yang dilakukan oleh PT SIL, banyak petani tidak melakukan kewajiban dan haknya terkait dengan program plasma tersebut. Rabu (17/3) bertempat di Aula Hotel Bundaran Arga Makmur, Bupati BU Ir H Mian bersama stakeholder terkait dan pihak perusahan PT SIL melakukan mediasi dengan permasalahan tersebut guna mencari solusi terbaik menyelesaikan permasalahan ini.
“Seharusnya sesuai dengan perhitungan program plasma yang telah berjalan 11 tahun, seharusnya tahun ke 12 sudah lunas. Namun dengan adanya kendala ini, banyak petani yang tidak melunasi hak dan kewajiban permaslahan ini terjadi. Kita tidak menyalahi para petani karena memang keadaan yang sulit. Maka dari itu kita melakukan pertemuan ini untuk memncari solusi permalsahan ini,”kata Bupati.

Bupati menambahkan, bahwa pihaknya selaku pemerintah hanya bisa melalukan mediasi terkiat dengan permaslahan tersebut. Jangan sampai pihak perusahaan melakukan hal-hal yang merugi masyarakat sendiri, seperti melaporkan ke aparat penegak hukum. Maka dari itu dirinya sangat menegaskan kepada pihak kepala desa dan camat agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya petani plasama yang namanya kewajiban harus diselesaikan.
“Ya, jangan sampai hal ini memambahkan polemik baru. Meski pun terlambat ini sebagai itikad baik kita dalam mencari permasalahan ini, karena masyarakat adalah rakyat kita,”ungkapnya.

Mian juga menuturkan, bahwa program plasma ini sudah mencapai hampir 4 ribu hektar yang mengahsilkan di 4 kecamatan Batik Nau, Giri Mulya, Pinang Raya dan Arga Makmur Ini berarti dapat menunjang perekonomian masyarakat setempat dimana tadinya hanya lahan kosong sekarang sudah menjadi kebun sawit produktif.
“Seharusnya program ini sangat menunjang perekonomian rakyat karena sudah ada hampir 4 ribu hektar lahan sawit produktif, dengan adanya permaslahan ini kita harapkan segera terselesaikan,”harapnya.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*